Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Kota Malang pada September, Begini Kondisinya

Inflasi tahunan Kota Malang masih relatif tinggi dan di atas kisaran target inflasi 3±1persen.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 05 Oktober 2022  |  11:01 WIB
Inflasi Kota Malang pada September, Begini Kondisinya
BBM memicu inflasi September. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Penaikan harga BBM menjadi pendorong utama inflasi di Kota Malang pada September 2022 yang mencapai 1,06 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi, mengatakan inflasi September 2022 disumbang oleh inflasi yang terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran.

“Tiga kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar yakni transportasi dengan andil 1,19 persen (mtm), perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,03 persen (mtm) serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,03 persen (mtm),” katanya, Selasa (4/10/2022).

Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh terjadinya deflasi dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil -0,24persen (mtm). Kelompok pendidikan dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa lainnya tercatat stabil.

Berdasarkan komoditasnya, inflasi bulan September 2022 di Kota Malang didorong oleh kenaikan harga bensin dengan andil 1,18 persen (mtm), beras 0,08 persen (mtm), solar 0,05 persen (mtm), rokok kretek filter 0,04 persen (mtm) dan angkutan dalam kota 0,04 persen (mtm).

Inflasi pada bensin dan solar sejalan dengan keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Harga Pertalite, solar subsidi dan Pertamax mengalami kenaikan masing-masing sebesar 30,7 persen, 32 persen, dan 16 persen.

“Kenaikan harga BBM berdampak pada terjadinya second-round effect terutama pada tarif angkutan dalam kota,” ucapnya.

Kenaikan harga rokok kretek filter seiring dengan kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) secara bertahap pada tahun 2022 sebesar 12 persen.

Peningkatan harga beras terjadi seiring telah berakhirnya musim panen di berbagai sentra. Berdasarkan pemantauan PIHPS Kota Malang, harga beras terpantau meningkat menjadi Rp11.900 dari Rp11.550 pada bulan sebelumnya.

Inflasi yang lebih tinggi, kata dia, tertahan oleh deflasi pada berbagai komoditas seperti angkutan udara dengan andil -0,15persen (mtm), daging ayam ras -0,09 persen (mtm), minyak goreng -0,08 persen (mtm), cabai merah 0,04 persen (mtm) dan tomat -0,03 persen (mtm).

Penurunan harga tarif angkutan udara sejalan dengan menurunnya harga avtur dan adanya kebijakan pemerintah yang menggratiskan tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara di hingga 31 Desember 2022.

Sedangkan komoditas minyak goreng, kembali mengalami deflasi yang didukung oleh kecukupan pasokan dan pemerataan distribusi. Kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga minyak goreng melalui penerapan kewajiban pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) mampu menjaga ketersediaan pasokan bahan baku minyak goreng.

Penyaluran minyak goreng curah hasil pemenuhan DMO dilakukan dengan skema Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) dan Minyakita dengan harga HET Rp14.000/liter.

Dengan perkembangan tersebut, berdasarkan data PIHPS Kota Malang, harga rerata minyak goreng bulanan terpantau menurun menjadi Rp19.000/liter pada September 2022, dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp19.400/liter. Penurunan harga tomat dan cabai merah terjadi seiring dengan masuknya masa panen di berbagai sentra produksi. Harga telur ayam ras turut mengalami penurunan akibat produksi peternak ayam petelur sudah kembali normal setelah terjadinya pemangkasan oleh Kementan pada tahun 2021 melalui afkir dini PS dan cutting telur tetas (HE) fertil umur 19 hari.

Selain itu, kata Samsun, terjadi normalisasi permintaan telur setelah terjadinya lonjakan akibat adanya kebutuhan dalam rangka pemenuhan bansos selama 3 bulan.

Penurunan harga daging ayam ras didorong oleh upaya BUMN pangan untuk mendapatkan alokasi importasi indukan ayam ras (grand-parent stock/GPS) yang proporsional sehingga menjadi instrumen stabilisasi harga bibit ayam ras (day old chick/DOC) yang menjadi salah satu komponen input produksi yang memberikan andil besar terhadap HPP Peternak.

“Dengan adanya alokasi yang proporsional tersebut, peternak diharapkan dapat lebih mudah memperoleh akses untuk DOC dengan harga terjangkau,” ucapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 1,06 persen (mtm), secara tahun kalender dan tahunan tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 5,83 persen (ytd) dan 7,08 persen (yoy). Inflasi tahunan Kota Malang masih relatif tinggi dan di atas kisaran target inflasi 3±1persen.

Secara bulanan inflasi Kota Malang, kata dia, tercatat lebih rendah dari Jawa Timur maupun Nasional masing-masing tercatat sebesar 1,41 persen (mtm) dan 1,17 persen (mtm). Seluruh kota IHK di Jawa Timur mengalami inflasi pada periode September 2022.

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Wildan Syafitri, menilai pemicu utama inflasi Kota Malang pada September karena kenaikan BBM. Inflasi Malang lebih rendah dari jatim karena bulan-bulan sebelumnya, inflasi sudah tinggi, sejak diberlakukannya sistem belajar luring.

Namun secara umum, kata dia, inflasi September merupakan inflasi terbesar sejak awal Covid, awal 2020. Inflasi bulanan tertinggi sejak Mei 2020.

Menurut dia, untuk menekan inflasi maka perlu mewaspadai sisi transportasi. Transportasi penyumbang tertinggi. Jenis inflasinya lebih ke arah cost push inflation Intinya, ketersediaan pasokan bahan-bahan makanan dan penurunan kemacetan akan dapat menurunkan inflasi ke depannya.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi malang jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top