Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Malang: Pengembangan Ekraf Perlu Konsistensi dan Berkelanjutan

Kunci penguatan SDM ekraf, terutama subsektor aplikasi dan gim, perlu pendidikan yang kuat.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  11:41 WIB
BI Malang: Pengembangan Ekraf Perlu Konsistensi dan Berkelanjutan
Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho, menyerahkan buku Merajut Asa Wujudkan Karya, Memberi Makna Untuk Negeri, pada perwakilan wartawan di Malang, Selasa (25/1/2022). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — Pengembangan ekonomi kreatif di wilayah kerja BI Malang, terutama Kota Malang, perlu konsistensi dan berkesinambungan agar bisa tumbuh secara mantap, eksponensial, dan berkelanjutan.

Kepala BI Malang, Azka Subhan Aminurridho, mengatakan Kota Malang sebagai kota aplikasi dan gim di Indonesia sudah diakui, bahkan oleh pemerintah. Namun problemnya, produk-produk aplikasi dan gim dari pengembang perlu lebih kuat agar lebih kompetitif.

“Perlu SDM yang kuat di sektor ini agar subsektor ini bisa berkembang lebih mantap,” katanya pada peluncuran buku Merajut Asa Wujudkan Karya, Memberi Makna Untuk Negeri, di Malang, Selasa (25/1/2022).

Kunci penguatan SDM ekraf, terutama subsektor aplikasi dan gim, perlu pendidikan yang kuat. Oleh karena itulah, perlu ekosistem yang kuat agar ekraf, terutama subsektor aplikasi dan gim bisa tumbuh lebih kuat dan mapan.

Dengan ekosistem yang kuat, kata Azka, maka pengembangan ekraf subsektor aplikasi dan gim bisa lebih mudah, termasuk untuk mendatangkan investor.

“Subsektor ini berpotensi menyumbang PDRB besar jika berhasil dikembangkan karena sifat pertumbuhan ekonomi sekarang mulai bergeser pada aspek inovasi teknologi sehingga dibutuhkan dukungan SDM berkualitas,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan ekraf di wilayah kerja BI Malang tidak melulu pada pengembangan subsektor aplikasi dan gim. Subsektor lain perlu dikembangkan karena potensinya.

“Ini tantangan bagi pengembangan perekonomian regional di wilayah kerja BI Malang. BI bisa berkontribusi dalam pengembangan sektor ini,” kata Azka yang segera mendapatkan tugas barunya sebagai Deputi Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara itu.

Tantangan lain, kata dia, terkait pengembangan ekonomi syariah yang juga potensinya besar. BI Malang bisa berkontribusi dalam mengembangkan sektor ini.

Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai BI Malang selama ini memberikan andil besar dalam perkembangan ekonomi kreatif di Malang Raya.

Advise cemerlang dan partisipasi aktif dari BI Malang telah menjadikan Malang Raya sebagai salah satu barometer ekonomi kreatif nasional. Berbagai dukungan program dan supervisi KBI Malang telah mewarnai berbagai kebijakan Pemda di Malang raya di sektor ekonomi kreatif.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari pilihan strategi BI Malang yang fokus dan berkelanjutan dalam pengendalian inflasi dan sumbangsih dalam perekonomian melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Keandalan dalam merajut sinergi dengan pemerintah daerah, media, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan civil society menjadikan BI Malang sebagai bagian thinks tank yang ulung dalam perencanan pembangunan ekonomi Malang Raya.

Benefit dari berbagai kebijakan dan program BI dalam menggerakkan perekonomian telah banyak dirasakan oleh berbagai elemen masyarakat seperti petani, pelaku usaha mikro, pelaku ekonomi kreatif, dan stakeholders lainnya.

“Upaya digitalisasi usaha oleh BI Malang bagi pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif telah mampu mendongkrak UKM naik kelas. Seluruh kerja keras KBI ini tentunya layak mendapat apresiasi oleh semua pihak. Inovasi dan keberlanjutan kebijakan serta program untuk percepatan pemulihan perekonomian daerah dari BI Malang patut ditunggu,” ujarnya.

Dia meyakinkan, Kantor Perwakilan BI Malang terus mendorong berkontribusi dalam pelaksanaan dan pengembangan UMKM/klaster, ekonomi dan keuangan syariah, serta penyaluran Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) di wilayah Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kreatif jatim malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top