Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekshibisi Teknologi di Malang Diharapkan Menghasilkan Kesepakatan Bisnis

Kontribusi ekraf bagi ekonomi nasional terus meningkat.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 23 Januari 2022  |  12:39 WIB
Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho (kiri), bersama Anggota Komisi XI DPR, Andreas Eddy Susetyo (tengah), dan Wali Kota Malang, Sutiaji, saat memberikan keterangan pers pada pembukaan
Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho (kiri), bersama Anggota Komisi XI DPR, Andreas Eddy Susetyo (tengah), dan Wali Kota Malang, Sutiaji, saat memberikan keterangan pers pada pembukaan "TECHIBITION" di Malang, Sabtu (22/1/2022). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG—Kantor Perwakilan BI Malang berharap ada business matching antara pengembang aplikasi dan gim dengan pendana baik perusahaan ventura, perbankan, angel investor, maupun dengan pembeli dalam kegiatan Techibition yang diselenggarakan secara hybrid pada 22-23 Januari 2022 di Malang.

Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho, mengatakan tidak ada target berapa investasi untuk pengembang aplikasi dan gim lewat kegiatan tersebut.

“Tapi saya optimistis pasti ada. Nanti ketahuan setelah kegiatan ini selesai,” katanya di sela-sela pembukaan Techibition di Malang, Sabtu (22/1/2022).

Kegiatan tersebut, kata dia, juga sarana bagi pengembang untuk meningkatkan kapasitas dengan belajar dari pengembang yang lebih mapan, juga membangun jaringan yang lebih luas sesama pengembang maupun pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Perwakilan BI Jatim, Budi Hanoto, menegaskan kontribusi ekraf bagi ekonomi nasional terus meningkat. Jika pada 2020 kontribusinya 6,90 persen, maka pada 2021 meningkat menjadi 7,13 persen. Khusus subsektor, kontribusinya mencapai 4, 5 persen.

“Oleh karena itulah, fenomena ini menjadi perhatian BI dan disebut sebagai New Sources of Growth,” katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, mengatakan sumbangan subsektor ekraf aplikasi dan gim pada PDB cukup potensial, yakni Rp24,8 triliun.

Di Malang Raya yang basis ekraf didukung pariwisata dan subsektor ekraf sangat potensial dikembangkan aplikasi dan gim karena di sana ada Kawasan Ekonomi Khusus Singosari.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menambahkan keberadaan gedung Malang Creative Center yang dianggarkan Rp180 miliar diharapkan dapat mewadahi bagi pelaku ekraf, terutama subsektor aplikasi dan gim untuk bisa berkembang. MCC diharapkan dapat beroperasi pada 2023.

“Sewaktu ada pertemuan kepala daerah dengan presiden, Presiden Jokowi menegaskan jika daerah membutuhkan aplikasi tertentu silakan datang ke Malang. Ini merupakan bentuk pengakuan dari Pak Presiden sehingga tantangan itu harus dijawab dengan sungguh-sungguh oleh pengembang aplikasi sendiri,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR, Andreas Eddy Susetyo, menegaskan percepatan pengembangan ekraf subsektor aplikasi dan gim a.l dengan perlu dibangun ekosistem yang baik sehingga pengembangnya bisa maju.

Salah satu masalahnya, bagaimana jaringan terkait pengembang subsektor ekraf tersebut. Jaringan dimaksud, terutama dari sisi pendanaan agar percepatan pengembangan subsektor ini bisa direalisasikan.(K24)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top