Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surabaya Jadi Pilot Project Wisata Medis, Berpotensi Gaet US$11 Miliar

Selama ini banyak warga Surabaya yang mendapatkan pelayanan medis di luar negeri
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 17 September 2021  |  18:53 WIB
Surabaya Jadi Pilot Project Wisata Medis, Berpotensi Gaet US$11 Miliar
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, SURABAYA - Kota Surabaya terpilih menjadi pilot project wisata medis bersama dengan daerah lain yakni DKI Jakarta dan Medan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan setelah terpilih sebagai pilot project, pihaknya melakukan komunikasi dan berdiskusi dengan para rektor dan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) untuk mempersiapkan segala sesuatu guna pengembangan layanan kesehatan.

“Jadi, Insya Allah terkait dengan industri kesehatan di Kota Surabaya, kita akan melaunching pada 27 September 2021,” katanya dalam rilis, Jumat (18/9/2021).

Eri mengatakan terpilihnya Kota Surabaya menjadi pilot project wisata medis, akan membuat masyarakat yang sebelumnya berwisata atau berobat ke luar negeri, memilih layanan kesehatan di dalam negeri, terutama layanan kesehatan di Kota Surabaya.

“Semua tahapan-tahapannya sudah kita lakukan, tinggal kita menerapkan 3G yang disebut Pak Menparekraf Sandiaga Uno, yaitu gercep, geber, gas pol,” ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa selama ini banyak warga Surabaya yang mendapatkan pelayanan medis di luar negeri. Untuk itu ketiga daerah tersebut dipilih sebagai pilot project.

“Kita baru menetapkan tiga kota sebagai pilot project untuk wisata medis. Di tengah pandemi ini merupakan waktu yang tepat untuk menata ulang,” Katanya.

Sandiaga menjelaskan, melalui wisata medis, pemerintah ingin mendorong pelayanan industri medis di Indonesia agar lebih baik lagi dan tidak kalah dengan pelayanan di luar negeri. 

“Kita ingin masyarakat bisa menentukan pilihan untuk mendapatkan layanan kesehatannya di Indonesia, tidak perlu lagi ke luar negeri. Sehingga, sekitar US$11 miliar yang dibelanjakan oleh wisatawan Indonesia saat berwisata medis di luar negeri bisa di-capture oleh Surabaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) dan Menteri Kesehatan (Menkes) berencana untuk membentuk Indonesia Health Tourism Board (IHTB) untuk mengembangkan sektor wisata medis.

“Sehingga kita akan all out, kita akan gencar untuk memastikan bahwa layanan kesehatan terbaik bisa dihadirkan di Surabaya, Jakarta, dan Medan. Harapannya nanti akan diikuti oleh kota-kota lain sehingga potensi wisata medis ini bisa kita kembangkan,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top