Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Malang Ambil Alih Tunggakan Iuran Peserta BPJS Kesehatan

Pemkot Malang telah meng-cover 276.000 jiwa atau sekitar Rp300 miliar untuk warga Kota Malang yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 27 April 2021  |  20:57 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji. - Istimewa
Wali Kota Malang Sutiaji. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Pemkot Malang mengambil alih tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan karena ada kendala.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan beberapa warga peserta BPJS Kesehatan mandiri dan mengalami kendala secara otomatis akan dibiayai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

"Kami sudah satu data. Melalui Dispendukcapil, Dinsos dan Dinkes. Jadi nanti akan di proses melalui itu,” ujarnya, Selasa (27/4/2021).

Oleh karena itulah, kata dia, bagi masyarakat yang tidak bisa membayar tunggakan BPJS Kesehatan tidak perlu panik. Meski banyak yang telah di-cover oleh dana APBD, tetap perlu terus mensosialisasikan terhadap pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan, utamanya dalam rangka tertib membayar iuran BPJS Kesehatan bagi pengguna mandiri.

Dia menegaskan, Pemkot Malang telah meng-cover 276.000 jiwa atau sekitar Rp300 miliar untuk warga Kota Malang yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Sementara, sisanya, warga Kota Malang yang belum menggunakan BPJS Kesehatan masih akan terus dilakukan pendataan.

"Prosesnya masih terus berlanjut. Harapan kami, Kota Malang 100 persen UHC (Universal Health Coverage," tandasnya.

Kepala BPJS Kesehatan Malang, Dina Diana menjelaskan, masyarakat yang memiliki tunggakan BPJS Kesehatan akan ditanggung oleh Pemkot Malang. Saat ini, ada sebanyak 30.000 warga yang sudah beralih kepesertaannya menjadi PBI.

"Sesuai dengan perjanjian, untuk peserta mandiri yang menunggak lebih dari tiga bulan, baik kelas I, II dan III, maka akan dialihkan kepesertaannya menjadi PBI, tapi kelas III,"ucapnya.

Untuk pengalihannya, peserta tidak bisa langsung mendatangi kantor BPJS Kesehatan, melainkan harus melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Nanti akan di data melalui Dinkes. Seperti tadi, ada warga yang belum daftar, nanti juga akan di data. Jika didaftarkan hari itu, dalam satu kali 24 jam, (kartu BPJS Kesehatan) sudah bisa dipakai," ujarnya.

Peserta BPJS Kesehatan tersebut sudah bisa mendapatkan layanan kesehatan di hampir seluruh fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Malang. (K24)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim BPJS Kesehatan malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top