Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7.246 Pekerja di Jatim Terkena PHK Dampak Pandemi

Dari jumlah total tenaga kerja yang di PHK itu berasal dari 341 perusahaan yang melapor ke Disnakertrans Jatim. Jumlah ini juga belum termasuk perusahaan yang belum melapor, bisa jadi jumlahnya lebih banyak
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 17 Maret 2021  |  11:40 WIB
Ilustrasi. - adweek.com
Ilustrasi. - adweek.com

Bisnis.com, SURABAYA — Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (disnakertrans) Jawa Timur menyebut sejak awal pandemi hingga saat ini tercatat sudah ada 7.246 tenaga kerja yang dilaporkan telah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kepala Disnakertrans Himawan Estu Bagijo mengatakan banyaknya gelombang PHK yang terjadi selama pandemi ini disebabkan karena banyak perusahaan yang berhenti beroperasi karena pandemi.

“Dari jumlah total tenaga kerja yang di PHK itu berasal dari 341 perusahaan yang melapor ke Disnakertrans Jatim. Jumlah ini juga belum termasuk perusahaan yang belum melapor, bisa jadi jumlahnya lebih banyak,” jelasnya, Rabu (17/3/2021).

Dia menambahkan, selain ribuan orang ter-PHK, di Jatim juga banyak tenaga kerja yang berstatus dirumahkan yakni sebanyak 34.138 orang yang berasal dari 608 perusahaan.

Himawan mengatakan saat ini Pemprov Jatim hanya mampu mendorong para tenaga kerja ini melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, setidaknya untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja lagi.

“Sekarang ini kami terus melakukan pendataan tenaga kerja yang terdampak pandemi karena memang kejadian ini menambah tingkat pengangguran di Jatim, dan bisa menimbulkan masalah sosial,” katanya.

Himawan menambahkan, selain pelatihan kemampuan, saat ini Jatim juga membutuhkan  pembukaan lapangan pekerjaan secara besar-besaran yang diharapkan dari sektor swasta.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim phk
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top