Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GoFood Tingkatkan Potensi Pengembangan UMKM Kuliner Lewat Komunitas

Akan didorong keragaman berbagai pelatihan bagi mitra GoFood yang tergabung dalam Kompag sebagai wadah saling belajar dan bagaimana meningkatkan transaksi.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  17:49 WIB
Ilustrasi. - Antara
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Gojek Indonesia tahun depan berencana meningkatkan kembali potensi pengembangan UMKM sektor kuliner melalui berbagai pelatihan dalam Kompag (Komunitas Partner GoFood).

VP Regional Corporate Affairs Gojek, Michael Reza Say mengatakan program Kompag sebagai komitmen GoFood untuk mendorong pertumbuhan bisnis UMKM ini sudah berjalan tahun ini.

“Jadi untuk Kompag 2021 nanti, kami akan mendorong keragaman berbagai pelatihan bagi mitra GoFood yang tergabung dalam Kompag sebagai wadah saling belajar dan bagaimana meningkatkan transaksi penjualan melalui aplikasi online GoFood,” jelasnya dalam Diskusi Media Surabaya secara virtual, Jumat (18/12/2020).

Dia mengatakan sesuai dengan kampanye nya yakni melaju bersama Gojek dengan melaksanakan 3 hal utama yakni agar mitra usaha Gojek/GoFood bisa meningkatkan transaksinya dan berhasil dalam menjalankan ekosistem GoFood, dan memaksimalkan kualitas konten aplikasi di setiap lapak para mitra agar bisa menarik pelanggan lebih mudah.

“Kualitas foto dan deskripsi dalam menu para mitra ini harus menarik agar pelanggan jadi lebih mudah untuk melihat dan memilih makanan yang akan dipesan, terkadang ada nama makanan tapi tidak ada foto, atau ada foto tapi tidak ada penjelasannya isi dalam makanan itu apa saja,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, di masa pandemi seperti saat ini GoFood juga menyiapkan layanan Go Food Pickup yang dalam beberapa bulan terakhir ini tumbuh 27 persen. Layanan ini merupakan layanan pesan makanan yang akan diambil sendiri oleh pembelinya karena dari aspek kebersihan dan keamanan dinilai lebih terjamin.

Adapun hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menemukan bahwa dalam waktu kurang dari 3 bulan, UMKM kuliner dan non-kuliner yang baru bergabung ke ekosistem Gojek mendapatkan keterampilan baru yaitu skill berjualan online 77 persen, pemanfaatan media sosial untuk bisnis 48 persen, dan kreativitas dalam pemasaran 45 persen.

Saat ini, kata Michael, di Asia Tenggara tercatat ada 900.000 usaha kuliner yang tergabung dalam mitra Gojek. Sementara di Surabaya sendiri mitra usaha kuliner yang sudah tergabung dalam Kompag per November mencapai 6.000 anggota atau tumbuh 70 persen. Sebanyak 90 persen mitra GoFood sendiri merupakan usaha mikro dan sisanya merupakan usaha skala kecil dan menengah.

“Memang diakui kondisi pandemi ini mendorong orang untuk lebih kreatif, ini fenomena menarik. Hanya saja, untuk masuk ke bisnis kuliner tidak cukup hanya bisa memasak tetapi ada manajemen bisnisnya yang harus dipelajari dari pengemasan sampai pemasaran. Untuk itu Kompag sendiri menjadi wadah yang ingin mengedukasi mitra GoFood untuk jadi yang terdepan dan naik kelas,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya Gojek
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top