Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasien Dirujuk Kondisi Kritis Jadi Pemicu Tingginya Kematian Covid-19 di Jember

Pasien Covid-19 di Jember yang memiliki gejala ringan menolak untuk dirujuk ke rumah sakit dengan berbagai alasan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 November 2020  |  09:09 WIB
Petugas memakamkan jenazah Covid-19. - Antara/Muhammad Adimaja
Petugas memakamkan jenazah Covid-19. - Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JEMBER - Kasus kematian pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, meningkat tajam selama sepekan terakhir berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di wilayah setempat.

Jumlah tambahan warga positif Covid-19 di Jember yang meninggal pada Rabu (25/11) ada empat orang, kemudian pada Selasa (24/11) tercatat lima orang meninggal, selanjutnya pada Senin (23/11) tercatat empat orang meninggal, dan Minggu (22/11) tiga orang yang meninggal.

"Salah satu penyebab tingginya kasus kematian COVID-19 di Jember karena kondisi pasien yang terinfeksi virus Corona sudah kritis saat masuk rumah sakit," kata Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember Gatot Triyono di Jember, Kamis.

Menurutnya, pasien Covid-19 di Jember yang memiliki gejala ringan menolak untuk dirujuk ke rumah sakit dengan berbagai alasan, termasuk keluarga khawatir dan takut kalau pasien tersebut dicovidkan.

"Selama ini rata-rata pasien masuk rumah sakit rujukan Covid-19 dalam kondisi kritis, sehingga nyawanya tidak tertolong, meskipun sudah dirawat semaksimal mungkin oleh tim dokter di rumah sakit," tuturnya.

Gatot menjelaskan kenaikan kasus positif Covid-19 di Jember yang cukup signifikan karena beberapa titik kerumunan dan kurang patuhnya masyarakat menjalankan protokol kesehatan saat keluar rumah, sehingga mudah terpapar virus Corona.

"Banyak kemungkinan, mulai adanya demo UU Cipta Kerja, libur dan cuti bersama, kampanye pilkada, dibukanya tempat wisata, hajatan, proses belajar mengajar tatap muka yang pelaksanaannya tidak mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Rata-rata penambahan baru kasus Covid-19 di Jember mencapai puluhan per harinya seperti pada Rabu (25/11) sebanyak 62 kasus, Selasa (24/11) sebanyak 35 kasus, Senin (23/11) sebanyak 50 kasus, Minggu (22/11) sebanyak 57 kasus, bahkan rekor tertinggi mencapai 107 kasus pada Kamis (19/11) pekan lalu.

"Dalam kondisi semakin tingginya peningkatan kasus Covid-19 di Jember, saya imbau masyarakat bisa meningkatkan kedisplinan dalam menjalankan protokol kesehatan demi keselamatan diri sendiri dan keluarga," ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk disiplin menggunakan masker saat keluar rumah, sering mencuci tangan dengan sabun atau penyanitasi tangan, dan menjaga jarak dengan menghindari adanya kerumunan untuk mencegah tertularnya virus Corona.

Berdasarkan data Satgas, jumlah warga Jember yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga 25 November 2020 mencapai 2.141 orang dengan rincian sebanyak 1.574 orang sembuh, sebanyak 479 orang masih dirawat, dan sebanyak 88 orang yang meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim jember

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top