Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Surabaya Bergeliat, Pengusaha F&B Mulai Berinvestasi

Tren pergerakan pasar F&B di Surabaya sudah ada peningkatan sejak Juli 2020 yakni telah mampu mencapai omzet 60 persen dari kondisi normal.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  18:12 WIB
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi (ketiga kanan), Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim, Tjahjono Haryono (kedua kanan) dan Direktur Utama Jamu Iboe Jaya, Stephen Walla (kanan) saat pembukaan area Food Society - Royal Plaza Surabaya, Jumat (9/10/2020). - Bisnis/Peni Widarti
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi (ketiga kanan), Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim, Tjahjono Haryono (kedua kanan) dan Direktur Utama Jamu Iboe Jaya, Stephen Walla (kanan) saat pembukaan area Food Society - Royal Plaza Surabaya, Jumat (9/10/2020). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Mulai bergeliatnya pasar di Kota Surabaya telah mendorong pengusaha sektor usaha food and beverage (F&B) untuk berinvestasi kembali meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi mengatakan sedikitnya ada 48 tenant dari sektor usaha jasa makanan dan minuman atau restoran telah berinvestasi atau berekspansi membuka outletnya di Food Society – Royal Plaza Surabaya.

“Food Society ini adalah kawasan baru di lantai dasar Royal Plaza yang mengusung konsep food lifestyle, yang isinya 80 persen adalah F&B. Jadi segmen pasar di Food Society ini sekelas dengan Tunjungan Plaza (TP) 6 dan Pakuwon Mall,” ujarnya dalam pembukaan Food Society Royal Plaza, Jumat (9/10/2020).

Dia mengatakan area Food Society seluas 8.000 m2 ini akan memenuhi kebutuhan pasar di segmen menengah atas, atau setidaknya bisa mengambil 30 persen pasar di dalam Royal Plaza yang selama ini secara total menyasar segmen menengah ke bawah.

“Sehingga warga Surabaya yang tinggal di daerah selatan, kini sudah tidak perlu jauh-jauh ke TP untuk makan,” imbuhnya.

Sutandi yang juga merupakan Direktur Marketing Pakuwon Group itu menambahkan, di masa pandemi seperti saat ini pengusaha akan terus berkarya, bahkan langkah itu dilakukan agar roda perekonomian Surabaya terus berjalan terutama lapangan kerja tetap tersedia, apalagi mal Surabaya tidak melakukan PHK karyawan atau hanya menyiasati dengan kerja pergantian sif.

“Memang kondisi bagi pengusaha belum sepenuhnya pulih. Dibandingkan juga dengan di Jakarta malah semakin berat, tapi namanya pengusaha tidak akan menyerah dengan kondisi sekitar, kita terus berupaya agar bisa menang dari pandemi dan membuktikan dengan terus mempertahankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim, Tjahjono Haryono menambahkan tren pergerakan pasar F&B di Surabaya sudah ada peningkatan sejak Juli 2020 yakni telah mampu mencapai omzet 60 persen dari kondisi normal untuk restoran/kafe yang berada di dalam mal dan 70 persen untuk restoran yang standing alone.

“Ini menandakan bahwa pandemi adalah tantangan tapi animo masyarakat sudah mulai naik setelah PSBB tidak ada lagi. Bahkan saat PSBB ada momen Lebaran yang seharusnya kita bisa panen, tetapi pengusaha berusaha cari celah,” ujarnya.

Bahkan, tambahnya, saat pandemi banyak orang mengisi waktu dengan menjual makanan/minuman dari rumah, setelah itu justru sekarang mulai buka outlet di luar.

“Kami juga melihat, bahwa pandemi ini membuat uangnya masyarakat hanya diam di rumah, dan kini mulai dibelanjakan di mal untuk makan dan lainnya. Artinya uang ini tidak kemana-mana, tapi berputar di Surabaya, karena belum banyak yang bepergian keluar pulau/negeri,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner surabaya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top