Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Distrik Navigasi Kelas I Surabaya Luncurkan Aplikasi Pembayaran PNBP

Selama ini petugas harus pergi puluhan kilometer untuk memungut PNBP, padahal tarifnya tidak terlalu besar tetapi biaya operasionalnya lebih besar.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  13:00 WIB
Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya, Gunung Hutapea saat diwawancarai sejumlah media seusai peluncuran aplikasi android dan web untuk pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), di Surabaya, Rabu (12/8/2020). - Bisnis/Peni Widarti
Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya, Gunung Hutapea saat diwawancarai sejumlah media seusai peluncuran aplikasi android dan web untuk pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), di Surabaya, Rabu (12/8/2020). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Distrik Navigasi Kelas I Surabaya meluncurkan aplikasi pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berbasis online guna mempermudah layanan sekaligus meningkatkan penerimaan ke depan.

Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya, Gunung Hutapea mengatakan selama ini penagihan PNBP di sektor perhubungan laut masih dilakukan secara manual atau tatap muka di loket teller sehingga di saat pandemi Covid-19 sekarang dibutuhkan sistem berbasis teknologi untuk mengurangi kegiatan bertatap muka.

“Selama ini petugas harus pergi puluhan kilometer untuk memungut PNBP, padahal tarifnya tidak terlalu besar tetapi biaya operasionalnya lebih besar. Nah ini tidak efisien, sehingga dengan adanya aplikasi ini tidak perlu ke mana-mana,” jelasnya seusai Launching Aplikasi PNBP, Rabu (12/8/2020).

Dia mengatakan aplikasi online ini merupakan yang pertama kali dan Distrik Navigasi Kelas I Surabaya menjadi pilot project selama 3 bulan. Diharapkan, dengan adanya platform digital untuk pembayaran PNBP ini bisa menggenjot penerimaan Negara bukan pajak dari sektor perhubungan laut.

“Inisiasi aplikasi ini dari Surabaya, tetapi perlakuannya sama di seluruh Indonesia, nanti seluruh Distrik Navigasi di Indonesia akan menerapkannya,” katanya.

Adapun tahun ini PNBP sektor perhubungan laut di Distrik Navigasi Kelas I Surabaya ditargetkan bisa mencapai Rp33 miliar – Rp35 miliar atau sama seperti tahun lalu. Hingga semester I/2020, total PNBP sektor perhubungan laut di Distrik Navigasi Kelas I Surabaya ini baru mencapai Rp17 miliar.

“Harapan kami realisasi penerimaan Negara ini bisa meningkat dengan adanya kemudahan. Namun memang PNBP di sektor ini juga tergantung pada sama tren kunjungan kapal, kalau melihat kondisi Covid-19 seperti sekarang memang kunjungan kapal agak menurun,” imbuhnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku, disebutkan bahwa ada 6 jenis tarif PNBP di sektor perhubungan laut, di antaranya jasa kepelabuhan, penerbitan surat izin kepelabuhan, jasa kenavigasian, penerimaan uang perkapalan dan kepelautan, jasa angkutan laut, dan denda administratif.

Pembayaran PNBP itu dilakukan dengan cara penyetoran secepatnya ke kas Negara melalui loket teller, ATM, internet banking, dan EDC. Kegiatan kepelabuhan yang dikenakan pembayaran PNBP ini hanya yang bersifat komersil, sedangkan non komersil seperti kegiatan kenegaraan, pencarian dan pertolongan bencana alam, serta kepentingan umum dan sosial lainnya dikenakan tarif sampai Rp0,-.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan Kemenhub
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top