Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Rapor Merah Penanggulangan Corona Kabupaten Jember

Soal kinerja pemerintah dalam menangani Covid-19, hasil survei menemukan setidaknya lima persepsi negatif atau rapor merah atas kinerja Pemkab Jember.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  07:12 WIB
Bupati Jember Faida menerima bantuan 2.000 masker dan 60 hazmat bantuan dari BRI Jember, Selasa, 21 Juli 2020. - jemberkab.go.id
Bupati Jember Faida menerima bantuan 2.000 masker dan 60 hazmat bantuan dari BRI Jember, Selasa, 21 Juli 2020. - jemberkab.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memberikan rapor merah terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember berdasarkan kesimpulan terbaru hasil survei Citra Publik yang dilakukan secara tatap muka, dengan protokol kesehatan yang ketat pada tanggal 9-13 Juli 2020.

"Survei ini menggunakan 1.000 responden yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan margin of error (MoE) sebesar +/- 3,16 persen. Selain survei kuantitatif, kami juga menggunakan riset kualitatif untuk memperkuat temuan dan analisa," kata juru bicara Citra Publik - LSI Denny JA, Rully Akbar, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (28/7/2020).

Soal kinerja pemerintah dalam menangani penularan Virus Corona penyebab Covid-19, hasil survei menemukan setidaknya lima persepsi negatif atau rapor merah atas kinerja Pemkab Jember," katanya.

Pertama, mayoritas publik (57,2 persen) menyatakan tidak pernah mendapat bantuan sosial dan mereka yang menyatakan pernah mendapat bantuan sebesar 30,3 persen dan 12,5 persen tidak menjawab.

Mereka yang menyatakan tidak pernah mendapat bantuan sosial, dari segmen etnis Madura (54,2 persen) menyatakan tidak pernah menerima bantuan sosial, sedangkan etnis lain yang tidak pernah menerima bantuan yaitu Jawa (61,2 persen) dan lainnya (16,7 persen).

Pada segmen pendidikan, mayoritas publik yang berpendidikan SD sebesar 51,9 persen menyatakan tidak pernah mendapat bantuan sosial, sebesar 55,6 persen publik pendidikan SMP menyatakan tidak pernah mendapat bantuan.

Kemudian, publik pendidikan SMA juga tidak pernah mendapat bantuan (75,2 persen), sedangkan mereka yang menyatakan pernah kuliah sebesar 62,9 persen menyatakan tidak pernah mendapat bantuan sosial.

Mereka yang tidak mendapatkan bantuan sosial dari segmen gender, sebesar 56,7 persen perempuan menyatakan tidak mendapat bantuan sosial dari pemda, sedangkan laki-laki sebesar 57,7 persen menyatakan tidak mendapat bantuan sosial.

Rully menjelaskan rapor merah kedua atas penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember adalah persepsi terhadap kondisi ekonomi masyarakat menjadi lebih/jauh lebih buruk, yakni sebesar 66,2 persen publik menyatakan kondisi ekonomi mereka dalam keadaan lebih buruk saat adanya wabah corona.

"Rapor merah ketiga atas penanganan Covid-19 di Jember adalah persepsi kepuasan terhadap kinerja bupati yang hanya mendapat poin 49,5 persen menyatakan puas dan sebesar 40 persen menyatakan tidak puas, sedangkan sisanya tidak menjawab," katanya.

Ketidakpuasan terhadap kinerja Pemkab Jember dalam menangani Covid-19 terbagi dalam beberapa kategori, yang seluruhnya hanya berada pada tingkat kepuasan di bawah 50 persen, antara lain melakukan tes (49,8 persen), melakukan pelacakan (tracing) 45 persen, menyediakan rumah sakit dan fasilitas kesehatan (49 persen).

Kemudian, menyediakan APD untuk tenaga kesehatan (43,8 persen), menyediakan ventilator (38 persen), menjamin kesejahteraan dokter dan tenaga medis (39,2 persen), menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dengan harga yang stabil (48,7 persen), menyediakan bantuan sosial (46,7 persen), dan batuan kepada pekerja yang di PHK (30,2 persen).

Ia mengatakan rapor merah keempat adalah rendahnya persepsi masyarakat yang menilai kemajuan pemerintah dalam menangani Covid-19 dan hanya sebesar 46,7 persen masyarakat yang menyatakan ada kemajuan yang dilakukan pemerintah dalam menangani virus itu.

Sebesar 26 persen menyatakan tidak ada kemajuan dan sisanya tidak menjawab. Idealnya, pada pemerintah yang dianggap berhasil oleh publik harus mendapat poin kemajuan di atas 75 persen.

Rapor merah kelima atas penanganan Covid-19 di Jember adalah tingginya persepsi terhadap kekhawatiran masyarakat terhadap dampak wabah itu, sebesar 74,5 persen publik menyatakan takut tidak mendapat pekerjaan.

Kemudian 79,7 persen publik khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebesar 75,5 persen khawatir mereka akan kelaparan, dan sebesar 80,5 persen khawatir jatuh sakit.

LSI Denny JA merumuskan lima rekomendasi:

Pertama, meski pandemi masih mewabah, kehidupan ekonomi harus tetap berjalan. Pemerintah daerah diharapkan tetap mampu mengontrol praktik kehidupan normal baru dengan menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas ekonomi warga Jember.

Kedua, bantuan sosial diharapkan dapat diberikan kepada lebih banyak masyarakat Jember. Mengingat alokasi anggaran yang cukup besar dalam menangani Covid-19 di Jember, sudah seharusnya pemerintah lebih banyak, massif dan tepat sasaran memberikan bantuan sosial.

Ketiga, Bupati harus hati-hati dalam memberikan bantuan sosial karena mengingat waktu pilkada yang akan digelar sebentar lagi dan Bupati petahana akan maju kembali dalam kontestasi, sebisa mungkin menghindari abuse of power dalam memberikan bantuan menggunakan dana APBD karena akan menimbulkan masalah hukum dikemudian hari.

Keempat, perlu adanya kerja kolaborasi, sehingga semua pihak harus dilibatkan dalam melakukan edukasi dan pengawasan protokol kesehatan. Pemerintah Daerah, pimpinan dunia usaha tokoh agama, dan tokoh masyarakat bahu membahu melakukan edukasi dan pengawasan praktek protocol kesehatan untuk menghindari bertambahnya jumlah kasus bartu Covid-19.

Kelima, atas apa yang terjadi konflik antara bupati dan DPRD Jember, diharapkan tidak mengorbankan masyarakat sehingga terpuruk lebih jauh lagi dalam krisis ditengah Pandemi Covid-19, sehingga harus ada langkah-langkah bantuan yang cepat dari Pemprov Jatim maupun pusat untuk menyelesaikan konflik itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona jember covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top