Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Indospring (INDS) Diprediksi Turun 29 Persen

Industri otomotif memang diperkirakan mengalami kontraksi atas penurunan penjualan mobil dan sepeda motor di tahun ini.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  16:28 WIB
Pekerja merakit mobil. - Bisnis.com
Pekerja merakit mobil. - Bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA – Industri komponen kendaraan bermotor PT Indospring Tbk. memasang target penjualan pesimistis yakni hanya Rp1,5 triliun atau turun 29 persen dibandingkan realisasi 2019.

Direktur Utama Indospring, Ikawati Nurhadi mengatakan proyeksi penjualan yang turun cukup banyak itu sejalan dengan proyeksi Gaikindo terhadap penjualan kendaraan tahun ini yang hanya 600.000 unit atau turun dibandingkan proyeksi sebelum pandemi yakni 1,1 juta unit.

“Industri otomotif memang diperkirakan mengalami kontraksi atas penurunan penjualan mobil dan sepeda motor di tahun ini karena dipengaruhi oleh dampak Covid-19, daya beli konsumen dan harga komoditas seperti batu bara, sawit, dan karet,” jelasnya dalam RUPS virtual, Rabu (15/7/2020).

Dia menjelaskan untuk menjaga kinerja agar tidak semakin terpuruk, perseroan tahun ini melakukan pengendalian yang ketat terhadap persediaan bahan baku yang disesuaikan dengan merosotnya proyeksi penjualan, tetapi tetap mengantisipasi pemulihan bisnis mendatang.

“Selain itu, kami juga melakukan pembatasan ketat terhadap pembiayaan investasi, efisiensi biaya produksi dan operasi,” katanya.

Namun begitu, lanjutnya, perseroan tetap akan berupaya untuk mencari terobosan baru di pasar ekspor, termasuk mengintensifikasikan pasar lokal serta menjajaki pengembangan bisnis baru.

“Semua ini harus terus kita lakukan sebagai upaya mempertahankan kelangsungan hidup perseroan,” imbuhnya.

Adapun penjualan perseroan pada 2019 tercatat hanya Rp2,1 triliun atau turun 12,9 persen dibandingkan 2018. Begitu juga kinerja laba bruto tahun lalu Rp310 miliar atau turun 14 persen dibandingkan 2018, dan laba bersih setelah pajak yakni Rp101 miliar atau turun 8,3 persen.

Dia mengatakan kondisi penurunan penjualan tahun lalu itu disebabkan oleh menurunnya penjualan kendaraan roda empat atau lebih terutama kendaraan komersial sebagai dampak dari momen pemilihan presiden di semester I/2019.

“Kondisi dalam momen tersebut ternyata membuat para pelaku bisnis dalam negeri mengurangi aktivitas ekonomi maupun konsumsi masyarakat umum,” ujarnya.

Pada kuartal I/2010, tercatat penjualan perseroan Rp528 miliar atau turun 7,8 persen dibandingkan kuartal I/2019. Hingga akhir tahun laba bersih perseroan ditargetkan bisa mencapai Rp42 miliar atau turun 58 persen dibanding 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri otomotif
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top