Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PILKADA SURABAYA 2020: Viral Gambar Gus Hans dan Whisnu Sakti, Kata Pengamat Berisiko bagi Golkar

Pada gambar tersebut, Whisnu memakai baju putih, sementara Gus Hans berbaju koko ungu dan berlatar tulisan "Surabaya Rumah Nasionalis yang Religius".
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Juli 2020  |  09:17 WIB
Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono (dua kanan) menerima pengembalian formulir pendaftaran bakal cawali Surabaya dari Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana di Kantor DPC beberapa waktu lalu. - Antara
Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono (dua kanan) menerima pengembalian formulir pendaftaran bakal cawali Surabaya dari Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana di Kantor DPC beberapa waktu lalu. - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Pengamat politik asal Universitas Wijaya Putra Dr Dwi Prasetyo menilai bermunculannya gambar pasangan Whisnu Sakti Buana (WS) dan Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) di berbagai media sosial menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Surabaya 2020, penuh risiko.

"Pasti (berisiko), sebab Gus Hans berasal dari Golkar dan di sisi lain Golkar sudah mendukung Machfud Arifin (mantan Kapolda Jatim)," ujarnya menanggapi viralnya gambar Whisnu Sakti Buana-Gus Hans di berbagai media sosial, Jumat (10/7/2020).

Pada gambar tersebut, Whisnu memakai baju putih, sementara Gus Hans berbaju koko ungu dan berlatar tulisan "Surabaya Rumah Nasionalis yang Religius".

Di sisi lain, Partai Golkar disebutnya tidak mempunyai alasan kuat untuk beralih atau mencabut dukungan dari Machfud Arifin, sebab sudah masuk dalam koalisi besar.

Pastinya, kata dia, pengurus atau kader yang partainya sudah mendukung calon tertentu, maka secara etika politik tidak baik bila berbeda dengan kebijakan politik induk partainya.

"Tanpa Golkar, Gus Hans tidak akan mendapat tiket maju pilkada bersama Whisnu Sakti Buana. Terlebih nama Gus Hans sudah diusulkan Golkar untuk jadi pendamping Machfud Arifin," ucapnya.

Pertarungan Makin Seru

Sementara itu, alumnus doktor Universitas Airlangga Surabaya tersebut, juga menilai bahwa pertarungan menuju kursi Balai Kota semakin seru seiring berjalannya tahapan pilkada, terutama menjelang pendaftaran yang dijadwalkan awal September 2020.

Beberapa hari terakhir, nama Whisnu Sakti Buana menjadi sorotan karena diprediksi sebagai bakal calon dari PDI Perjuangan.

"Basis Whisnu juga dukungannya kuat di masa akar rumput PDI Perjuangan Surabaya," ucapnya.

Kendati demikian, ia menyarankan meski bisa mengusung pasangan calon wali kota dan wakilnya sendiri, namun PDI Perjuangan tetap harus berkoalisi agar perolehan suaranya semakin maksimal.

"Basis merah harus berkoalisi dengan parpol lain, terutama partai yang belum menentukan pilihannya di Pilkada Surabaya," tuturnya.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilkada Serentak Pilkada 2020 pdip

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top