Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jatim Luncurkan Sistem Rujukan Satu Pintu Tangani Pasien Covid-19

Aplikasi hasil inovasi bersama ini pada tahap awal diluncurkan pada 8 Juli 2020 sudah terkoneksi dengan 31 RS rujukan Covid-19 di kawasan Surabaya Raya.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  18:34 WIB
Persiapan peluncuran aplikasi sistem rujukan satu pintu atau One Gate Referral System.
Persiapan peluncuran aplikasi sistem rujukan satu pintu atau One Gate Referral System.

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama meluncurkan aplikasi sistem rujukan satu pintu atau One Gate Referral System untuk memudahkan layanan penempatan pasien Covid-19 di 99 RS rujukan Covid-19.

Aplikasi One Gate System tersebut merupakan hasil kerja sama Pemprov Jatim dengan Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim dan Pangkoarmada II.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan aplikasi hasil inovasi bersama ini pada tahap awal diluncurkan pada 8 Juli 2020 sudah terkoneksi dengan 31 RS rujukan Covid-19 di kawasan Surabaya Raya.

“Harapannya ada distribusi pasien yang lebih memungkinkan memberi percepatan layanan sesuai kualifikasi kondisi pasien. Kondisi kamar dan pasien di 31 RS juga bisa terpetakan dan terpantau secara real time,” ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Dia menjelaskan sistem yang dikomandani langsung oleh Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus bersama jajaran Forkopimda Jatim ini akan memuat data ketersediaan fasilitas pelayanan pasien Covid-19 secara real time.

Mulai ketersediaan ruang RIK di setiap rumah sakit, ketersediaan ruang isolasi bertekanan negatif maupun tidak bertekanan negatif, ketersediaan ICU, hingga ketersediaan ruang HCU di masing-masing RS rujukan Covid-19.

“Jadi jika ada orang yang perlu dirujuk di RS Covid-19, maka bisa dilihat kebutuhan RIK-nya. Apakah itu RIK biasa atau negative pressure bahkan kebutuhan ICU atau HCU nya. Kemudian dengan sistem ini, maka pasien tersebut akan dirujuk ke rumah sakit yang menyediakan sesuai kebutuhan pasien,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa tujuan keberadaan sistem ini adalah untuk kecepatan penanganan pasien dengan harapan ada kecepatan kesembuhan pasien.

Mantan Menteri Sosial ini juga memastikan, operator akan siaga 24 jam menerima telepon untuk mencarikan RS yang sedang kosong. Selain itu pasien juga dapat diarahkan ke RS yang sesuai, baik untuk kasus ringan sedang, maupun berat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top