Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Mandiri Jatim Perkirakan Penyaluran Kredit Kuartal II Turun

Perbankan masih fokus pada proses-proses pengajuan restrukturisasi kredit nasabah UMKM dan berusaha membantu nasabah agar kreditnya ringan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  16:03 WIB
Karyawan menghitung uang pecahan Rp100.000 disalah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. - Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan menghitung uang pecahan Rp100.000 disalah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, SURABAYA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII / Jawa 3 (Jawa Timur) memperkirakan tren penyaluran kredit bisa sedikit turun pada kuartal II/2020 mengingat masih belum surutnya kondisi pandemi Covid-19.

Regional CEO Bank Mandiri Jatim, Gede Raka Arimbawa mengatakan saat ini rata-rata perbankan masih fokus pada proses-proses pengajuan restrukturisasi kredit nasabah UMKM dan berusaha membantu nasabah agar kreditnya ringan.

"Saat ini (kuartal II), kita berusaha agar nasabah tidak kesulitan untuk mengangsur melalui restrukturisasi. Untuk itu Mei - Juni mungkin kredit agak turun dari angka sebelumnya. Dalam penyaluran kredit pun nanti kita juga lebih selektif, proyeksi-proyeksi ke depan juga musti kita hitung kembali," jelasnya dalam Media Gathering, Rabu (13/5/2020).

Dia mengatakan hingga saat ini nasabah level UKM (plafon Rp500 juta - Rp25 miliar) Bank Mandiri di Jatim yang telah mengajukan restrukturisasi kredit sudah mencapai 411 nasabah. Dari jumlah itu, yang efektif telah terproses pengajuannya ada 340 nasabah dengan total limit kredit Rp878 miliar.

Sementara untuk pengajuan restrukturisasi level usaha mikro sudah ada 30.000 nasabah, dan yang sudah efektif terproses sebanyak 18.000 nasabah.

Gede menegaskan bahwa restrukturisasi adalah proses penundaan kredit dan bukan penghapusan kredit. Beragam skema yang diberikan, umumnya penundaan 6 bulan - 12 bulan dan nasabah kembali membayar maksimal pada April 2020.

"Bisa dibayangkan pendapatan bank akan tergerus karena nasabah tidak bayar bunga sama sekali. Untuk Jatim saja, efektif restrukturisasinya sudah Rp2,5 triliun," imbuhnya.

Dia menambahkan bank berusaha menjembatani kebutuhan nasabah, menjalankan kebijakan pemerintah tetapi dipaksa untuk survive.

Meski begitu, tambah Gede, pada kuartal I/2020 Bank Mandiri Jatim masih mencatatkan kinerja kredit yang positif yakni secara total kredit mencapai Rp28,2 triliun atau tumbuh 24,95 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Adapun kinerja kredit itu dikontribusi oleh kredit mikro Rp15,2 triliun, KPR Rp6,88 triliun, UKM Rp5,2 triliun. Hingga kini kualitas kredit Bank Mandiri atau NPL masih stabil di angka 1,99 persen - 2 persen.

"Meski kuartal I sudah ada pandemi walaupun mulai Maret, kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) kita juga masih tumbuh 9,9 persen (yoy) yakni mencapai Rp66,5 triliun. DPK kita didominasi tabungan Rp29,6 triliun, deposito Rp24,3 triliun, dan giro Rp13,5 triliun," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri jatim jawa timur
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top