Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kota Malang Perketat Pengawasan Arus Orang Masuk

Belum lagi beberapa warga yang terkesan abai dengan situasi yang ada, terindikasi jalanan kota yang masih ramai lalu lalang.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 06 April 2020  |  06:54 WIB
Pemudik antre untuk mencuci tangan di Posko Siaga COVID-19 di Jalan Raya Balearjosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2020). Screening atau penapisan para pemudik yang menggunakan moda transportasi bus tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lintas wilayah. - Antara/Ari Bowo Sucipto
Pemudik antre untuk mencuci tangan di Posko Siaga COVID-19 di Jalan Raya Balearjosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2020). Screening atau penapisan para pemudik yang menggunakan moda transportasi bus tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lintas wilayah. - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, MALANG — Kota Malang semakin memperketat pengawasan arus orang masuk menyambut diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di kota tersebut.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan dalam upaya menangani dan mencegah penyebaran Covid-19, maka semua pihak berpacu dengan waktu, berkejaran dengan "gerak" Covid- 19 itu sendiri.

“Saya perlu ingatkan kepada kita sekalian, bahwa jangan hanya melihat angka PDP konfirm positif atau pun yang dirawat, tapi coba kita cermati dan waspadai pula angka ODR (Orang Dengan Resiko), OTG (Orang Tanpa Gejala) maupun ODP (orang Dalam Pantauan) yang terus merangkak naik (bertambah), "katanya di Malang, Minggu (5/4/2020O).

Belum lagi beberapa warga (publik) yang terkesan abai dengan situasi yang ada, terindikasi jalanan kota yang masih ramai lalu lalang. Padahal, Pemkot sudah mengimbau agar warga tinggal tinggal di rumah, pelaku usaha (pengusaha kuliner) tidak diperintahkan mutlak tutup tapi melakukan layanan dengan pesan antar.

“Itu semata untuk mereduksi kumpulan dan mobilitas orang di jalanan. Oleh karenanya, langkah pengetatan kami tajamkan, terlebih dengan dikeluarkannya aturan PSBB,” ucapnya.

Dalam upaya memantau mobilitas masyarakat di Kota Malang di tengah merebaknya Covid-18, dia bergantian bersama Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko melakukan monitoring secara tertutup pada sudut sudut jalanan.

Dalam mempersiapkan PSBB di Kota Malang, kata dia, maka akan melakukan langkah-langkah, yakni pengajuan surat persetujuan PSBB ke Gubernur Jawa Timur. Penguatan posko pantau pintu masuk ke kota Malang, baik untuk titik henti angkutan umum (stasiun, terminal dan bandara) maupun penyisiran yang menggunakan kendaraan pribadi.

Juga penyiapan rumah karantina/transit bagi pendatang yang terdeteksi berpotensi rawan/resisten Covid-19, di antaranya alternatif pemanfaatan rusunawa, penguatan pendataan per wilayah dan pelaksanaan kawasan physical distancing per kelurahan.

Data Covid-19 Kota Malang per 5 April 2020, yakni ODR 687 (tambah 12 dari Sabtu (4/4/2020), OTG 52 orang, ODP 359 orang, 290 orang dipantau (bertambah 13 orang), dan 69 orang selesai dipantau

Positif Covid-19 sebanyak 5 orang dengan rincian, 3 sembuh dan 2 dirawat . PDP meninggal 3 orang, PDP sehat/selesai pengawasan 13 orang, dan PDP masih dirawat 33 orang.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malang jawa timur Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top