Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4.135 Orang di Surabaya Berstatus dengan Risiko Terjangkit Corona

Itu juga nanti kita lakukan 'rapid test'.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Maret 2020  |  07:42 WIB
Polisi berjaga di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/3/2020) malam. Polrestabes Surabaya memberlakukan kawasan tertib 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik di Jalan Tunjungan dan Jalan Raya Darmo pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu pada jam tertentu dengan tidak memperbolehkan kendaraan melintas atau orang berkumpul guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. - Antara/Didik Suhartono
Polisi berjaga di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/3/2020) malam. Polrestabes Surabaya memberlakukan kawasan tertib 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik di Jalan Tunjungan dan Jalan Raya Darmo pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu pada jam tertentu dengan tidak memperbolehkan kendaraan melintas atau orang berkumpul guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyebut ada sebanyak 4.135 orang di "Kota Pahlawan" Jawa Timur saat ini telah berstatus orang dengan risiko (ODR) terjangkit virus corona jenis baru atau Covid-19.

Kepala Dinkes Kota Surabaya drg Febria Rachmanita, di Surabaya, Sabtu (28/3/2020), mengatakan ODR adalah mereka yang diketahui telah bepergian ke daerah terjangkit, namun kondisinya tetap sehat.

"ODR ada 4.135 orang dan itu juga nanti kita lakukan rapid test, mereka habis bepergian ke daerah terjangkit tapi kondisinya sehat," katanya.

Menurut dia, pihaknya tetap melakukan rapid test atau tes cepat untuk memeriksa keadaan antibodi pada tubuh seseorang yang terinfeksi Covid-19 kepada ODR tersebut. Hal ini untuk memastikan kondisi mereka aman dari penularan Covid-19.

Febria mengatakan Dinkes Surabaya menerima 620 alat rapid test dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Yayasan Tzu Chi Buddha. Dari bantuan 620 alat rapid test tersebut, Kemenkes membantu 460 alat rapid test dan 160 alat rapid test dari Yayasan Tzu Chi Buddha

Untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewandhie sendiri mendapat 80 alat rapid test, sedangkan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) mendapat 40 alat rapid test.

Febria menjelaskan rapid test ini merupakan alat deteksi antibodi melalui cara pengambilan sampel darah, serum darah, yang kemudian diteteskan ke alat tersebut. Nantinya melalui alat itu, bisa diketahui apakah orang itu positif atau negatif Covid-19.

"Hasil tesnya cepat tidak pakai hari, tapi hitungan jam," katanya.

Ia menjelaskan jumlah positif Covid-19 di Surabaya saat ini berjumlah 33 orang dengan rincian 31 warga Surabaya dan dua orang dari luar Surabaya. Dari jumlah tersebut, enam orang sudah dinyatakan sembuh, mereka masing-masing lima orang warga Surabaya dan seorang luar Surabaya.

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Surabaya ada sebanyak 189 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) hingga saat ini berjumlah 16 orang, demikian Febria Rachmanita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top