Pemkot Malang Kejar Penerimaan PAD Rp731 Miliar

Target sebesar Rp731 miliar tahun ini berarti naik Rp198 miliar.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  05:57 WIB
Pemkot Malang Kejar Penerimaan PAD Rp731 Miliar
Wali Kota Malang Sutiaji saat menjadi pemateri in house training MSI di Malang, Kamis (20/2/2020). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Pemkot Malang mengejar penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp731 miliar tahun ini yang berarti naik Rp198 miliar atau 39 persen bila dibandingkan realisasi penerimaan 2019.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan untuk pajak daerah penerimaan dipatok sebesar Rp621 miliar naik bila dibandingkan 2019 yang ditargetkan Rp430 miliar, sedangkan realisasinya mencapai 110,8 persen.

“Kesuksesan tersebut juga tak lepas dari peran penting Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam mendongkrak PAD dari sektor pajak karena terobosan-terobosannya,” katanya di Malang, Kamis (20/2/2020).

Strategi optimalisasi PAD yang ditempuh Pemkot Malang, yakni dengan menyempurnakan tata kelola PAD, meningkatkan kualitas layanan, dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Efektivitas pembangunan di Kota Malang, kata dia, tidak bisa lepas dari pengelolaan PAD yang juga merupakan cermin kemandirian suatu daerah dan penerimaan murni daerah yang menjadi modal utama bagi daerah dalam membiayai pemerintahan serta pembangunan di daerahnya.

Kepala Bapenda Kota Malang, Ade Herawanto menambahkan segala pencapaian tersebut tak bisa diraih tanpa sinergi dan kerja sama berbagai pihak dan mitra kerja.

"Kami juga menjalin MoU lintas sektoral seperti dengan kejaksaan, kepolisian, pelaku usaha, organisasi profesi mulai dari notaris hingga wartawan. Sinergi inilah yang memperkuat kolaborasi dalam upaya mencapai target dan meningkatkan PAD Kota Malang," ucapnya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup