Harga Bawang Putih di Jatim Meroket Jadi Rp58.750 per Kg, Tunggu Instruksi Impor

Harga bawang putih rata-rata di Jawa Timur meroket hingga Rp43.000- Rp58.750 per kilogram akibat pasokan yang kian menipis.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  13:34 WIB
Harga Bawang Putih di Jatim Meroket Jadi Rp58.750 per Kg, Tunggu Instruksi Impor
Bawang putih. - JIBI

Bisnis.com, SURABAYA - Harga bawang putih rata-rata di Jawa Timur meroket hingga Rp43.000- Rp58.750 per kilogram akibat pasokan yang kian menipis.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga bawang putih di pasaran rata-rata per 6 Februari 2020 mencapai Rp53.301/kg.

Harga tertinggi terjadi di wilayah Gresik dan Lamongan yakni mencapai Rp58.750/kg, sedangkan harga terendah terjadi di wilayah Lumajang yakni Rp43.333/kg.

Drajat Irawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, mengakui sejak Januari 2020 mulai ada pergerakan kenaikan harga bawang putih, dan baru melejit mulai 4 Februari 2020. Dalam SiskaperbapoJatim, seminggu yang lalau atau 30 Januari 2020 harga bawang putih di Jatim rerata masih Rp29408/kg.

“Akhir tahun lalu harga dasar bawang putih itu masih stabil, tapi mulai awal 2020 ini memang mulai da pergerakan, dan baru terasa sekali pada Februari,” ujarnya seusai mengikuti rapat dengan Gubernur Jatim, Kamis (6/2/2020).

Dia mengatakan untuk saat ini Pemprov Jatim masih menunggu hasil rapat koordinasi Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk mengeluarkan rekomendasi impor bawang putih, apalagi dengan kondisi penutupan akses impor dari China akibat virus corona.

“Jadi kita masih menunggu bagaimana kebijakan di pusat yang sedang dibahas dalam rapat terbatas presiden dan menteri-menteri. Kalau sampai hari ini hasil koordinasi dengan Kemendag, impor bawang putih dibolehkan, tapi kita tunggu dulu Rekomendasi Produk Impor Hortikultura (RPIH) dari Kementan,” ujarnya.

Berdasarkan Permentan No.38 Tahun 2017, impor produk hortikultura hanya bisa dilakukan melalui rekomendasi dari Kementerian Pertanian.

Drajat menambahkan, selama ini impor bawang putih memang banyak didatangkan dari China, slainnya berasal dari beberapa negara lain seperti Taiwan, Malaysia dan India.

Namun begitu, Disperindag Jatim nanti akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk menghitung potensi produksi bawang putih lokal, mengingat rata-rata kebutuhan konsumsi bawang putih di Jatim sekitar 62.000 ton/tahun.

“Di Jatim sendiri kita punya sentra bawnag putih seperti Probolinggo, Banyuwangi, Malang, Batu dan Bondowoso, tapi saya tidak tahu berapa produksinya, yang tahu Dinas Pertanian,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bawang Putih

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup