Pemprov Jatim Bersiap Hadapi Bencana Alam

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan pasokan makanan dan berbagai kebutuhan kesehatan maupun relawan sebagai antisipasi dalam penganggulangan bencana.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  15:55 WIB
Pemprov Jatim Bersiap Hadapi Bencana Alam
Siswa melintas di depan MI Nizhamiyah yang tergenang banjir di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (7/1/2020). Banjir akibat luapan sungai Marmoyo tersebut menyebabkan ruang guru, perpustakaan dan halaman tergenang air, hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar dan pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih awal. - Antara/Syaiful Arif

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan pasokan makanan dan berbagai kebutuhan kesehatan maupun relawan sebagai antisipasi dalam penganggulangan bencana menyusul adanya prediksi cuaca ekstrem oleh BMKG.

“Ini adalah kesiapan kita berdoa mudah-mudahan instensitas hujan tidak tinggi, khususnya di hulu sungai agar masyarakat tidak membuang sampah sembarang dan memberikan hambatan aliran sungai,” katanya dalam rilis, Selasa (7/1/2020).

Selain itu, dia mengimbau agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dengan tingkat kemiringan tanah 45 derajat diharapkan agar mengamankan diri pada saat terjadi hujan lebat.

“Untuk antisipasi longsor, karena beberapa daerah kabupaten di Jatim memiliki kontur tanah yang clay atau lumpur,” imbuhnya.

Pemprov Jatim, katanya, juga sudah mengirim surat kepada seluruh bupati dan walikota untuk siaga penanggulangan bencana, termasuk siaga call center 24 jam. Selain itu, juga bekerja sama dengan polisi dan TNI yang juga siaga membantu bila terjadi bencana, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Alat-alat juga sudah siaga, perahu karet jika banjir, dan tenaga dapur umum yang akan menyiapkan makanan, serta obat-obatan yang dibutuhkan,” katanya.

Heru menambahkan, pada saat curah hujan tinggi yang perlu diwaspadai adalah daerah hulu hingga hilir karena dapat berpotensi banjir. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan penjaga pintu air yang akan melakukan rekayasa aliran air yakni membuka pintu air ketika air sudah tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bencana alam, jawa timur

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup