Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jatim Rumuskan Pengembangan Sentra Ekonomi Baru

Jatim termasuk provinsi yang cukup banyak rencana pengembangannya yakni ada 218 proyek strategis dengan anggaran tercatat Rp292,4 triliun.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 17 Desember 2019  |  16:03 WIB
Petugas Jasamarga Transjawa Tol mengawasi lalu lintas kendaraan di Gerbang Tol Pakis yang baru dibuka di Malang, Jawa Timur, Jumat (1/11/2019). Ruas jalan tol seksi 4 Singosari -Pakis sepanjang 4,75 kilometer yang baru dibuka tersebut dioperasikan tanpa tarif selama tujuh hari sehingga makin mempermudah akses wisatawan yang akan menuju kawasan wisata Gunung Bromo/Semeru. - Antara/Ari Bowo Sucipto
Petugas Jasamarga Transjawa Tol mengawasi lalu lintas kendaraan di Gerbang Tol Pakis yang baru dibuka di Malang, Jawa Timur, Jumat (1/11/2019). Ruas jalan tol seksi 4 Singosari -Pakis sepanjang 4,75 kilometer yang baru dibuka tersebut dioperasikan tanpa tarif selama tujuh hari sehingga makin mempermudah akses wisatawan yang akan menuju kawasan wisata Gunung Bromo/Semeru. - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia Kanwil Jatim akan merumuskan pengembangan sentra ekonomi baru di berbagai sektor seiring dengan lahirnya Perpres 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan dari 34 provinsi yang mendapatkan Perpres pembangunan ekonomi secara spesifik, Jatim termasuk provinsi yang cukup banyak rencana pengembangannya yakni ada 218 proyek strategis dengan anggaran tercatat Rp292,4 triliun.

"Oleh karena itu, dalam pembangunan ekonomi diperlukan skema pembiayaan dari swasta, KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha), BUMN lalu pemerintah melalui APBD yang akan membiayai 14%. Jadi kita butuh 68% support dari perbankan dan investor," katanya seusai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Selasa (17/12/2019).

Untuk itu, Mantan Menteri Sosial ini pun meminta agar Bank Indonesia ikut mengkomunikasikan potensi-potensi pengembangan sentra ekonomi baru tersebut kepada investor dan lembaga perbankan.

Dia mengatakan pada 2020 pihaknya pun masih akan memaksimalkan detail perencanaan dan sinergi untuk kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) yang masuk dalam proyek percepatan pembangunan dalam perpres tersebut. Sedangkan proses pengembangannya baru akan dimulai pada 2021.

"Kita akan bangun konektivitasnya dulu, kan BTS ini dimulai dari Malang, Probolinggo dan bisa bersambung ke Banyuwangi untuk Selingkar Wilis. Konektivitas ini enggak cuma wisata tapi bangun pertumbuhan sektor lain karena ada potensi perikanan, dan perkebunan yang luar biasa," jelasnya.

Menurutnya, ada 5 daerah di Jatim yang nantinya bisa menjadi Banyuwangi Baru, misalnya Situbondo dengan wisata andalan Taman Nasional Baluran, Probolinggo dengan Gili Ketapang, Malang dan Batu serta Sumenep yang punya daya tarik pulau Gili Labak.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengatakan dengan adanya perpres tersebut diharapkan ada multiplayer effect yang semakin besar yakni mampu meningkatkan ekonomi Jatim ke depan.

"Jadi diharapkan ada sinergi berbagai pihak, baik provinsi, OJK, swasta, dan BUMN bersatu, dan ke depan agar pertumbuhan ekonomi kita punya nilai tambah dengan optimisme target 5,2% - 5,8% atau lebih tinggi dari itu," ujarnya.

Difi mengatakan sejumlah faktor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim ke depan yakni pembangunan infrastruktur, menggerakkan konsumsi dalam negeri baik belanja rumah tangga maupun pariwisata juga bisa jadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, termasuk perdagangan antar daerah.

"Potensi baru di Jatim lainnya adalah e-commerce, karena di sini sudah banyak UMKM yang menggunakan e-commerce, serta hal lain yang cukup menonjol adalah Jatim sebagai penghasil devisa bukan hanya dari perusahaan tapi remitansi tenaga kerja Jatim di luar negeri, ini akan memperkuat," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi jawa timur
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top