BMW Surabaya Proyeksikan Penjualan Bisa Tumbuh 20 Persen Per Tahun

BMW Astra Surabaya memproyeksikan pertumbuhan penjualan mobil premium bisa tumbuh rerata 10% - 20% per tahun sejalan dengan upaya perusahaan yang kerap menghadirkan produk baru.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 29 November 2019  |  13:03 WIB
BMW Surabaya Proyeksikan Penjualan Bisa Tumbuh 20 Persen Per Tahun
Kepala Cabang BMW Astra Surabaya Yopy Antonio (putih) saat memperkenalkan The New BMW Seri 7 di diler BMW Astra HR. Muhammad Surabaya, Kamis (28/11/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - BMW Astra Surabaya memproyeksikan pertumbuhan penjualan mobil premium bisa tumbuh rerata 10% - 20% per tahun sejalan dengan upaya perusahaan yang kerap menghadirkan produk baru.

Kepala Cabang BMW Astra Surabaya, Yopy Antonio mengatakan baru-baru ini BMW kembali meluncurkan produk baru yakni The New BMW Seri 7 di Jakarta, dengan 2 tipe BMW 730Li M Sport dan 740Li Opulence.

"Awal November telah diperkenalkan di Jakarta, kali ini kami perkenalkan ke pasar di Surabaya. Dan saat ini sudah ada 3 yang inden, yang semuanya orang Surabaya, dengan perkiraan delivery Desember nanti," jelasnya saat memperkenalkan BMW Seri 7, Kamis (28/11/2019).

Dia mengatakan pasar mobil Seri 7 di Jawa Timur memang tidak terlalu besar karena pasar kecenderungan ke arah produk entry level sehingga pihaknya akan lebih gencarkan produk di harga yang tidak terlalu tinggi.

"Walau pasar Seri 7 tidak terlalu tinggi, tapi kalau dilihat presentasi penjualannya cukup bagus. Bulan lalu kami bisa menjual 7 unit, padahal bulan sebelumnya hanya 2 unit," katanya.

Adapun sepajang Januari - Oktober 2019, BMW di wilayah Jawa Timur telah menjual produk Seri 7 sebanyak 23 unit.

Secara total tipe dan seri mobil BMW di Jatim hanya pada Oktober 2019 mampu mencapai 40 unit. Penjualan terbanyak dikontribusi oleh seri X1 yakni 50% atau sekitar 14 - 15 unit selama Oktober 2019.

"Biasanya penjualan hanya mencapai 20 - 25 unit untuk total seluruh tipe BMW. Bahkan untuk Seri 7 yang 730 Facelip sudah ada yang inden 3 unit, dan Seri 7 yang lama sudah terjual 7 unit dan barangnya sudah habis, jadi ini sudah signifikan," jelasnya.

Yopy menambahkan pihaknya optimistis pasar otomotif di segmen premium masih akan stabil lantaran BMW punya pasar tersendiri. Apalagi, tren akhir tahun biasanya penjualan otomotif akan bergerak naik.

Bahkan para konsumen masih mampu untuk membeli mobil dengan pembayaran tunai sekitar 30% - 40%, dan sisanya menggunakan kredit.

"Semester II ini banyak yang beli cash, dan karena banyak model baru dan banyak yang ingin memiliki," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMW, jawa timur

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup