Kadin Bantu Kembangkan Potensi Ekonomi Kabupaten Malang

Kamar dan Industri (Kadin) Kab. Malang siap membantu Pemda setempat dalam mengembangkan potensi daerah.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 13 Oktober 2019  |  14:12 WIB
Kadin Bantu Kembangkan Potensi Ekonomi Kabupaten Malang
Bandara Abd Saleh di Kabupaten Malang, Jawa Timur. - Antara

Bisnis.com, MALANG—Kamar dan Industri (Kadin) Kab. Malang siap membantu Pemda setempat dalam mengembangkan potensi daerah.

Ketua DPC Kadin Kab. Malang periode 2019-2024 Makhrus Sholeh mengatakan saat ini pihaknya tengah memetakan potensi ekonomi Kab. Malang. Jika sudah terpetakan, maka akan dicarikan solusi untuk pengembangannya.

“Anggota kami banyak dan semua pelaku usaha di berbagai bidang. Juga dari peruruan tinggi. Potensi ini akan kami manfaatkan untuk mengembangkan sektor usaha potensial di Kab. Malang,” katanya di Malang, Minggu (13/10/2019).

Makhrus dilantik sebagai Ketua DPC Kadin Kab. Malang periode 2019-2024 di Malang, Kamis (10/10/2019).

Potensi ekonomi Kab. Malang, kata dia, terutama pertanian. Juga UMKM. Ada 500.000 lebih UMKM di daerah ini.

Begitu juga pariwisata. Ada banyak objek wisata di Kab. Malang, mulai dari artifisial, alam, dan budaya.

Potensi ekonomi tersebut, ujar Makhrus, idealnya harus dioptimalkan sehingga dapat meningkatkan ekonomi daerah dan mensejahterakan masyarakat, terutama pelakunya. Namun sisi mana yang perlu dikembangkan, perlu dipetakan terlebih dulu.

Dari sisi pengembangan pasar, kata dia, anggota Kadin bisa terlibat dalam upaya menyerap produk pertanian maupun UMKM. Setidaknya, anggota Kadin bisa memanfaatkan jejaringnya untuk dapat menyerap produk UMKM. Juga, pengembangan startup berbasis digital.

Namun untuk menjaga kualitas produk sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pembeli, maka perlu ada sentuhan dari sisi kualitas produk maupun kemasannya.

Dalam konteks ini, maka peran dari perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga tertentu yang dapat membina petani maupun UMKM menjadi penting. Begitu juga pemda dan pemerintah.

“Kami bisa membantu memfasilitasnya karena pengurus dan anggota dekat dengan perguruan tinggi dan institusi lainnya yang bisa membantu UMKM dan petani seperti Bank Indonesia dan OJK,” ujarnya.

Keterlibatan OJK diperlukan agar petani dan UMKM dapat mengakses ke lembaga keuangan. Begitu juga BI dan korporasi penting dalam pembinaan terkait dengan peningkatan produksi maupun kualitas produksi pertanian maupun kualitas produk UMKM serta aspek kemasan dan pemasarannya.

Pola yang hampir sama juga dilakukan pada pengembangan sektor ekonomi lainnya, seperti pariwisata. Jika permasalahan pengembangan pariwisata pada aspek SDM, maka Kadin akan mendorong perguruan tinggi dan lembaga lainnya dalam meningkatkan kapasitas SDM pariwisata. Begitu juga pengembangan destinasinya di desa yang dikenal dengan Desa Wisata.

“Jika terkait upaya mendatangkan investor, maka kami akan berusaha memanfaatkan jaringan kami, investor, agar bersedia berinvestasi di Kab. Malang,” ujarnya.

Karena itulah, selain pemetaan terkait potensi ekonomi, dalam waktu dekat Kadin juga akan beraudiensi dengan Bupati Malang M. Sanusi untuk mendiskusikan apa yang bisa dilakukan asosiasi tersebut dalam mengembangkan perekonomian daerah.

Yang juga menjadi perhatian Kadin, terkait dengan regulasi. Intinya, kata Makhrus,  regulasi yang ada jangan ada yang menghambat kegiatan usaha. Masukan dari anggota terkait berbagai regulasi yang dapat menghambat usaha, akan disampaikan ke pemda untuk dapat diperbaiki.

Hal itu diperlukan agar kegiatan usaha terus berkembang di daerah. Jika kegiatan usaha berkembang, maka otomatis daerah akan berkembang karena ada aktivitas ekonomi yang dinamis, serta masyarakatnya otomatis sejahtera.

 



 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kadin

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup