Kota Malang Berkomitmen Jadi Lokasi Pengembangan Startup

Wali Kota Malang Sutiaji berkomitmen menjadikan Kota Malang sebagai Kota Startup lewat berbagai program.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  18:13 WIB
Kota Malang Berkomitmen Jadi Lokasi Pengembangan Startup
Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) bersama Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary, pada Creativetalks Pojok Literasi Merencanakan Keuangan Millennials di Malang, Kamis (10/10/2019). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Wali Kota Malang Sutiaji berkomitmen menjadikan Kota Malang sebagai Kota Startup lewat berbagai program.

“Saat ini kesempatan bagi milenial untuk berkembang sudah terbuka lebar. Sudah tersedia sarana maupun prasarana untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki kaum milenial. Kami juga akan membangun Pusat Pengembangan Startup serta mal UMKM untuk memperkenalkan produk dari startup,” katanya saat membuka Creativetalks Pojok Literasi Merencanakan Keuangan Millennials di Malang, Kamis (10/10/2019).

Dia menilai kegiatan Pojok Literasi kali ini sangat menarik karena sesuai dengan komitmen menjadikan Malang sebagai Kota Startup Ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif ke depan akan menjadi daya dukung ekonomi Indonesia.

“Kuncinya harus mempunyai kepercayaan diri. Terdapat tiga strategi untuk sukses. Pertama, yakini apa yang kita lakukan saat ini adalah sesuatu yang benar, tetapi tetap harus berdasarkan riset. Kedua, harus mempunyai strategi. Dan yang terakhir adalah terus melakukannya dengan komitmen yang besar,” ujarnya.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary, mengatakan bahwa peran pemerintah sudah mengalami pergeseran. Tidak hanya sebagai regulator tetapi juga fasilitator bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya.

“Saat ini, pemerintah bukan hanya mengeluarkan regulasi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator. Sebagai contoh, Kementerian Kominfo telah melakukan pembangunan jaringan Palapa Ring, melaksanakan program 1.000 startup nasional, dan digital talent scholarship,” ucapnya.

Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal, Industri Keuangan Non Bank dan Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Malang, Edy Rachmadi Wibisono mengingatkan bahaya fintech ilegal yang dapat memengaruhi kehidupan pribadi seseorang.

“Fintech ilegal sangat berbahaya bagi masyarakat. Mereka dapat mengakses seluruh kontak yang ada di ponsel kita dan menghubungi kontak-kontak tersebut. Dan cara melakukan penagihannya pun tidak manusiawi. Jadi hindari peminjaman uang dari fintech ilegal,” ucapnya.

Kepala Seksi Sarpras Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Malang, Mohamad Ridwan, menjelaskan pentingnya memiliki pemahaman mengenai literasi digital di era keterbukaan informasi seperti saat ini.

“Saat ini, penipuan dapat dilakukan melalui mana saja. Bisa melalui pesan singkat, telepon, bahkan e-mail. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman mengenai literasi keuangan,” katanya.

Financial Advisor Jouska Indonesia, Julius Andre Candra, menyampaikan sangat penting untuk memiliki pengetahuan keuangan yang baik agar dapat melakukan perencanaan keuangan sehingga dapat menunjang kehidupan di kemudian hari.

“10-20 tahun lagi kita akan berada pada fase di mana Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Kalau kita tidak memiliki pengetahuan literasi keuangan yang baik, maka kita tidak akan bisa memanfaatkan hal tersebut,” ujarnya. (k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup