Produksi Kacang Hijau Jatim Surplus, Berpotensi Ekspor

Komoditas kacang hijau asal Jawa Timur berpotensi memenuhi pasar ekspor mengingat produksi kacang hijau Jatim tahun ini diprediksi bakal surplus 4.797 ton.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  17:21 WIB
Produksi Kacang Hijau Jatim Surplus, Berpotensi Ekspor
Kacang hijau - Istimewa

Bisnis.com, SURABAYA – Komoditas kacang hijau asal Jawa Timur berpotensi memenuhi pasar ekspor mengingat produksi kacang hijau Jatim tahun ini diprediksi bakal surplus 4.797 ton.

Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Hadi Sulistyo mengatakan sampai tahun ini potensi produksi kacang hijau bisa mencapai 21.917 ton. Sedangkan jumlah penduduk Jatim hampir 40 juta jiwa, dengan rata-rata konsumsi 0,44 kg/kapita/tahun sehingga Jatim hanya menyerap kacang hijau 17.11 9 ton.

“Dari perkiraan produksi dan tingkat konsumsi ini, Jatim mengalami surplus 4.797 ton yang bisa dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan di pasar ekspor,” katanya, Senin (7/10/2019).

Dia mengatakan, harga komoditi kacang hijau di tingkat petani saat ini mencapai Rp11.730 – Rp14.850/kg. Sedangkan potensi harga untuk pasar ekspor mencapai Rp14.000 – Rp18.500/kg bergantung kadar dan keseragaman ukuran, serta warna dari biji kacang hijau.

Untuk memproduksi kacang hijau, biaya investasi yang diperlukan sekitar Rp7 juta/ha, dan biaya impas atau Break Even Point (BEP) sekitar Rp5.790/kg. Kelompok tani di Jatim pun, kata Hadi, mendapatkan bantuan bibit kacang hijau dengan varietas Vima.

Hadi mengatakan produksi kacang hijau di Jatim memang mengalami penurunan. Pada 2017 tercatat luas panen mencapai 45.325 ha dengan tingkat produktivitas 11 kuintal/ha, dan total produksinya mencapai 52.403 ton.

Sedangkan pada 2018, tercatat luas panen menurun menjadi 31.359 ha, dengan tingkat produktivitas 11,56 kuintal/ha dan total produksinya 35.938 ton. Sementara pada Januari – Agustus 2019 ini, terdapat luas panen 21.040 ha dengan produktivitas 11,56 kuintal/ha yang produksinya mencapai 24.322 ton atau melebihi perkiraan.

“Daerah penghasil kacang hijau ini kebanyakan ada di Bojonegoro, Sampang, Sumenep dan Gresik,” imbuhnya.

Adapun kinerja ekspor pada tahun lalu secara nasional mencatatkan jumlah sebesar hampir 33 juta kg atau senilai US$31,3 juta. Komoditas ini biasanya dikirim ke Taiwan, Filipina, India, Mesir dan Yaman.

Dari jumlah ekspor tersebut, sebanyak 32.957 ton merupakan biji segar, dan 565,18 ton berbentuk olahan. Sementara untuk tahun ini hingga semester I/2019, kinerja ekspor kacang hijau nasional sudah mencapai 3.489 ton, di antarnya 3.378 ton adalah biji segar, dan 111 ton berbentuk olahan.

“Dari ekspor tahun lalu, Jatim sendiri telah berkontribusi 14,2 juta kg atau senilai US$13,2 juta,” imbuh Hadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertanian, jawa timur

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup