Genjot Kredit Konstruksi, BTN Dorong Pertumbuhan Pebisnis Properti

Bank BTN meningkatkan kontribusi penyaluran kredit properti di sektor konstruksi dengan menyiapkan program pelatihan menjadi wirausaha atau pengembang.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  18:31 WIB
Genjot Kredit Konstruksi, BTN Dorong Pertumbuhan Pebisnis Properti
Ilustrasi pembangunan perumahan bersubsidi. - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, SURABAYA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) meningkatkan kontribusi penyaluran kredit properti di sektor konstruksi dengan menyiapkan program pelatihan menjadi wirausaha atau pengembang.

Direktur Complience dan Risk Bank BTN, R. Mahelan Prabantarikso, mengatakan hingga saat ini kontribusi penyaluran kredit properti untuk sektor konstruksi di BTN mencapai 35% - 40%.

Jumlah tersebut terus meningkat sejalan dengan program pendidikan atau pelatihan Mini MBA School of Property yang gencar digarap sejak 2014.

“Program wirausaha muda untuk jadi pengusaha properti telah kami siapkan sejak 2014, dengan pengajar-pengajar yang melibatkan pengembang, pemerintah, BPN atau agraria,” katanya kepada Bisnis seusai acara Talk Show Bisnis Indonesia Muda Initiatives 2019, Selasa (1/10/2019).

Dia menjelaskan dalam program tersebut peserta didik untuk mengembangkan rumah tapak, terutama rumah subsidi mengingat segmen rumah subsidi di Indonesia potensinya sangat besar.

Dari program pendidikan tersebut, lanjut Mahelan, hingga kini BTN telah mencetak lulusan Mini MBA Property sebanyak 1.000 calon pengembang, yang 70% di antarnya telah menjadi pengembang.

“Nah dari 70% yang menjadi pengembang itu, sebanyak 50% nya telah melakukan akad dengan BTN untuk kredit konstruksi,” kata Mahelan.

Dia mengakui bahwa tren pertumbuhan kredit di sektor konstruksi cukup melambat akibat faktor makroekonomi, tertama untuk kredit konstruksi proyek high rise. Sementara kredit konstruksi dan KPR rumah tapak memiliki tren pertumbuhan yang bagus.

“Rumah tapak ini berkembang terutama subsidi, kalau high rise melambat karena memang pasarnya kurang dan kondisi makro tidak mendukung. [Pertumbuhan kredit] Konstruksi kita [Bank BTN] tahun ini tumbuhnya 10% - 11%, padahal tahun lalu 15%,” jelasnya.

Mahelan menambahan BTN tahun ini pun memproyeksikan pertumbuhan penyaluran kredit KPR/KPA bisa mencapai 10% - 15%. Realiasi penyaluran KPR/KPA tersebut hingga kini mencapai Rp60 triliun – Rp70 triliun, sedangkan penyaluran kredit konstruksi mencapai Rp50 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Cabang Bank BTN Surabaya Waluyo yakin tren penyaluran kredit properti di Surabaya tahun ini tumbuh 20%. Namun, untuk sektor konstruksi, porsinya masih sangat kecil.

“Kalau untuk penyaluran konstruksi kita masih sangat sedikit sekitar 10% an dari total kredit properti, karena pengembangnya tidak banyak, tapi sejauh ini pengembang yang pakai BTN untuk pembiayaan proyek misalnya PP Properti, sebagian anggota REI, Himpera, mungkin ada 200-an pengembang,” jelasnya.

Waluyo menambahkan hingga kini BTN Surabaya telah merealisasikan penyaluran kredit properti rata-rata Rp100 miliar per bulan, dengan kontribusi terbanyak pembiayaan untuk rumah tapak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis properti

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup