Produksi Garam Industri Segoromadu Diproyeksi Naik jadi 37.723 ton

Produksi garam industri di pabrik Segoromadu Gresik bakal meningkat menjadi 37.723 ton per tahun pada 2020 sejalan dengan rampungnya proses rekondisi pabrik.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 13 September 2019  |  14:49 WIB
Produksi Garam Industri Segoromadu Diproyeksi Naik jadi 37.723 ton
Ilustrasi - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, SURABAYA – PT Garam memproyeksikan produksi garam industri di pabrik Segoromadu Gresik bakal meningkat menjadi 37.723 ton per tahun pada 2020 sejalan dengan rampungnya proses rekondisi pabrik Segoromadu, Gresik.

Direktur Utama PT Garam, Budi Sasongko mengatakan pabrik garam di Segoromadu Gresik ini sudah berdiri sejak 1992, hanya saja pada 2007 sempat berhenti beroperasi mengingat kondisi lingkungan yang kurang kondusif.

“Tahun lalu, kami mulai rekondisi pabriknya, kita bangun fasilitas produksi garam halus karungan dan kemasan dengan kapasitas 5 ton/jam atau 33.000 ton/tahun, dan sampai saat ini porgres pembangunan pabrik garam industri sudah mencapai 98%,” katanya, Jumat (13/9/2019).

Dia mengatakan permintaan pasar untuk garam kasar dan halus dalam kemasan terus meningkat setiap tahun. Begitu juga dengan garam merek Segitiga G dan merek Lososa (garam kurang natrium atau Less Sodium Salt).

“Upaya rekondisi pabrik ini merupakan strategi kami dalam memperukuat bisnis hilir, yakni memproduksi garam berkualitas untuk industri maupun konsumsi. Ini juga menjadi upaya kami untuk bertahan dalam persaingan bisnis garam yang semakin ketat,” jelasnya.

Adapun saat ini PT Garam telah memiliki 4 pabrik garam industri, di antaranya pabrik Camplong Madura dengan kapasitas 63.000 ton/tahun, pabrik Sampang Madura 11.800 ton/tahun, pabrik garam halus Segoromadu 30.000 ton/tahun dan pabrik garam Lososa 1.500 ton/tahun.

Budi mengatakan dalam masa panen dan produksi tahun ini, PT Garam telah memulai pengiriman produk ke beerbagai daerah di Indonesia dengan total permintaan sudah 300 ton. Sampai akhir tahun ditargetkan bisa menjual garam halus tersebut sebanyak 10.000 ton ke luar Jatim.

Dia mengakui, harga garam saat ini merpakan yang terburuk di sepanjang industri penggaraman nasional. Namun, hal itu menjadi tantangan bagi PT Garam untuk mengupayakan agar harga garam bisa naik.

“Saya yakin, negara kita bisa berdaulat dan PT Garam sebagai ujung tombak untuk industri ini. Kami perkirakan November nanti harga garam bisa terangkat naik. Saat ini untuk garam premium kita di gudang jualnya cuma bisa Rp800.000/ton, cukup berat karena sebelumnya Rp1,2 juta/ton,” imbuhnya.

Untuk membantu mengangkat harga garam petambak, PT Garam sendiri telah menyerap garam petambak sebanyak 140.000 ton. Tahun ini, PT Garam akan menyerap 30.000 ton garam petambak dengan menggunakan sisa uang dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp30 miliar.

Budi menambahkan, dengan kondisi cuaca yang cukup bagus tahun ini alias kemarau yang cukup panjang, PT Garam optimistis bisa memproduksi 420.000 ton sampai akhir tahun, yang saat ini realisasi produksinya sudah mencapai 150.000 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garam, pt garam (persero)

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top