Liga Indonesia Tunggu Laporan Resmi Kerusuhan Pertandingan di Kediri

Kerusuhan penonton pertandingan antara Persik Kediri melawan PSIM Yogjakarta di Stadion Brawijaya Kediri, Senin (2/9/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 September 2019  |  13:36 WIB
Liga Indonesia Tunggu Laporan Resmi Kerusuhan Pertandingan di Kediri
Kondisi sepeda motor yang rusak pascakericuhan antara suporter PSIM Yogyakarta dengan suporter Persik Kediri pada kompetisi Liga 2 Indonesia di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (3/9/2019). Kericuhan yang dimulai pada menit terakhir pertandingan pada hari Senin (2/9/2019) tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga mobil rusak berat, ratusan sepeda motor rusak, sejumlah fasilitas umum hancur, dan puluhan suporter terluka. - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA — PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 2 menunggu laporan resmi dari berbagai pihak terkait kerusuhan penonton pertandingan antara Persik Kediri melawan PSIM Yogjakarta di Stadion Brawijaya Kediri, Senin (2/9).

“Kami sangat menyesalkan insiden tersebut. Kami akan menunggu laporan resmi dari beberapa pihak (diantaranya pengawas pertandingan). Setelah itu baru akan ditentukan langkah berikutnya,” kata Direktur PT LIB Dirk Soplanit dalam keterangan resminya, Selasa (3/9/2019).

Kerusuhan penonton dinilai oleh PT LIB sebagai hal yang cukup mengagetkan karena beberapa langkah antisipasi sudah dilakukan, termasuk koordinasi antar-suporter kedua klub yang selama ini dikenal militan dalam memberikan dukungan saat bertanding.

Koordinasi, kata dia, berdasarkan informasi yang diterima sudah dilakukan dengan kepengurusan kedua kelompok suporter. Hanya saja kondisi di lapangan berbeda hingga terjadi sebuah insiden.

“Perebutan posisi di klasemen sementara mulai ketat. Kami menyadari betul, hal itu membuat suporter lebih maksimal pada saat mendukung tim bertanding, termasuk dukungan pada laga tandang. Karena itu, apapun situasinya, kami mengimbau agar suporter bisa tertib dan saling menghormati. Sportivitas harus tetap dijaga,” kata Dirk menambahkan.

Seorang jurnalis momotret mobil yang rusak pascakericuhan antara suporter PSIM Yogyakarta dengan Persik Kediri pada kompetisi Liga 2 Indonesia di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (3/9/2019)./Antara-Prasetia Fauzani

Persaingan di klasemen sementara Liga 2 2019 sangat ketat. Di grup timur misalnya. Sampai dengan laga ke-13, Persik yang berhasil mengalahkan PSIM 2-0 pada pertandingan tersebut, bertengger di peringkat kedua dengan torehan 20 poin. Selisih satu poin dengan PSIM yang memuncaki klasemen sementara grup Timur dengan raihan 21 poin.

Sebelumnya Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri Widodo mengatakan dari insiden tersebut ada beberapa orang yang mengalami luka. Beberapa korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri serta RS Gambiran Kediri.

"Kami belum hitung, belum cek ke rumah sakit. Tadi dari Gambiran (RSUD Gambiran Kediri) kirim empat orang, dari dokpol ke Bhayangkara (RS Bhayangkara Kediri) ada lima. Kemungkinan itu, saya kurang tahu persis kondisinya," kata Widodo.

Ia juga menyesalkan kejadian ini. Padahal, saat pertandingan berjalan dengan tertib dan justru setelah pertandingan selesai baru berbuat rusuh.

"Persikmania ngalah. Kalau stadion tidak ada yang rusak, karena ini (kejadian) setelah pertandingan selesai. Tapi sanksinya ada, kami belum tahu. Jadi, ini pertandingan selesai baru chaos," ujar dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sepakbola

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top