Transaksi Surabaya Great Expo 2019 Dipatok Naik 15 Persen

Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar pameran UMKM Surabaya Great Expo (SGE) 2019 dengan target transaksi bisa tumbuh 10%-15% dibandingkan capaian tahun lalu sebesar Rp6,8 miliar.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  19:13 WIB
Transaksi Surabaya Great Expo 2019 Dipatok Naik 15 Persen
Ilustrasi

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar pameran UMKM Surabaya Great Expo (SGE) 2019 dengan target transaksi bisa tumbuh 10%-15% dibandingkan capaian tahun lalu sebesar Rp6,8 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Wiwik Widayanti mengatakan pameran yang akan berlangsung pada 14 - 18 Agustus 2019 ini akan mengakomodir kebutuhan UMKM dalam mempromosikan produk unggulannya sekaligus mempertemukan produsen dengan buyer, trader maupun investor.

"Diharapkan SGE ini bisa memberikan ruang kepada para pelaku industri kreatif yang ada di Surabaya mengenalkan produknya. Selain itu, gelaran ini juga akan menjadi ajang hiburan, belanja dan rekreasi keluarga," katanya dalam rilis, Selasa (13/8/2019).

Selain gelaran pameran, SGE kali ini juga menawarkan kegiatan workshop tentang sertifikasi merk, sertifikasi halal bersama MUI, digital marketing, pertunjukan akustik, dan self make up competition.

"Termasuk ada layanan on the spot untuk pendaftaran merek, hak paten produk hingga layanan kependudukan, kesehatan dan layanan keuangan dari OJK," imbuhnya.

Dia mengatakan gelaran yang akan berlangsung di Exhibition Hall Grand City Surabaya ini akan diikuti 184 peserta dengan total 197 booth.

Adapun para peserta merupakan UMKM Surabaya, dan BUMN maupun BUMD, 5 perguruan tinggi dan sekolah, 5 asosiasi terkait, 10 perusahaan swasta, 18 UKM mandiri dan 12 UMKM binaan.

"Ada juga peserta yang berasal dari luar Surabaya seperti NTT dan NTB sebanyak 20 peserta," imbuhnya.

Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya, Nanis Chaerani menambahkan dalam ajang tersebut Dekranasda akan menampilkan produk dengan tema eksotika bunga kering dan bordir.

"Selama ini kerajinan bunga kering dan bordir dinilai kurang familiar di masyarakat, dibandingkan batik. Untuk itu kami ingin para perajin bunga kering ini bisa tampil dan turut memotivasi pengunjung," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukm, surabaya

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top