Pemilik Utomodeck Mendapat Penghargaan dari Menteri LN Belarus

Perintis dan pemilik Utomodeck Group Darmawan Utomo mendapat akan mendali penghargaan dari Menteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  18:32 WIB
Pemilik Utomodeck Mendapat Penghargaan dari Menteri LN Belarus
Perintis dan pemilik Utomodeck Group Darmawan Utomo.

Bisnis.com, SURABAYA — Perintis dan pemilik Utomodeck Group Darmawan Utomo mendapat akan mendali penghargaan dari Menteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei sebagai bentuk pengakuan peran Darmawan dalam pengembangan kerja sama Belarus - Indonesia.

Penghargaan untuk Darmawan Utomo yang juga merupakan Konsul Kehormatan Belarus di Indonesia itu rencananya diberikan pada 12 Agustus 2019 malam di Vasa Hotel Surabaya.

Utomodeck sendiri pernah mendapatkan Guinness World Record sebagai produsen atap tanpa sambungan terpanjang di dunia, yang juga memproduksi berbagai jenis atap metal tanpa sambungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Duta Besar Republik Belarus di Indonesia, H.E. Valery Kolsenik mengatakan Darmawan Utomo merupakan orang asing pertama yang akan diberikan penghargaan oleh pemerintah Belarus sebagai bentuk kehormatan dalam rangka 100 tahun Belarus Diplomatic Service.

"Orang yang diberi penghargaan bukan hanya orang Belarus, tapi juga orang asing, termasuk bapak Darmawan Utomo yang telah berperan mengembangkan kerja sama antar kedua negara," katanya saat konferensi pers, Senin (12/8/2019).

Dalam rangka 100 years of Belarusian Diplomatic Service tersebut pun, pemerintah Belarus melakukan kunjungan kerja di Surabaya. Dalam kunjunga kerja itu, Belarus akan menjajaki kerja sama dengan Pemprov Jatim di berbagai bidang mulai ekonomi perdagangan, budaya dan pariwisata.

"Republik Belarus membuka peluang yang sebesar-besarnya bagi para pelaku usaha di Jatim untuk melakukan ekspor berbagai komoditi ke Belarus dan CIS (Commonwealth of Independent States) yang terdiri dari Armenia, Azebaijan, Belarus, Kazakhstan, Moldova, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan," jelasnya.

Sebaliknya, lanjut Valery, Belarus juga membuka peluang impor bagi Indonesia untuk berbagai komoditi andalan Belarus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya, penghargaan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top