Optima Prima Targetkan Potong Lebih Banyak Kapal Bekas

Perusahaan penyedia besi scrap, PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) menargetkan memotong lebih banyak kapal bekas pada tahun ini.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 10 Agustus 2019  |  09:17 WIB
Optima Prima Targetkan Potong Lebih Banyak Kapal Bekas
Direktur Utama PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) Meilyna Widjaja (tengah), bersama Direktur Hendry (kanan) dan Direktur Alan Priyambodo Krisnamurti (kiri), meninjau pemotongan kapal bekas yang dijadikan besi scrap di Kamal, Madura, Kamis (8/8/2019). - Istimewa

Bisnis.com, SURABAYA — Perusahaan penyedia besi scrap, PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) menargetkan memotong lebih banyak kapal bekas pada tahun ini.

Direktur Utama Optima Prima Metal Sinergi Meilyna Widjaja mengatakan pemotongan kapal bekas ditargetkan mampu memproduksi 24.000 ton besi scrap tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan rata-rata produksi tahunan 23.000 ton besi.

"Kami membeli kapal-kapal bekas yang berbobot mulai 1000 - 10 ribu DWT. Setahun kami memotong sebanyak 8- 10 kapal bekas," ujar Meilyna melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Sabtu (10/8/2019).

Menurutnya industri besi scrap kapal bekas memiliki potensi besar. Indonesia memiliki ribuan kapal tua dan kebutuhan besi scrap juga bertumbuh sejalan dengan meningkatnya permintaan besi baja di dalam negeri.

Adapun kapal bekas yang biasa dipotong perseroan berusia 20 tahun - 25 tahun. Kapal jenis tersebut biasanya sudah tak lagi bisa ditanggung perusahaan asuransi.

Berdasarkan data Indonesian National Shipowners Association (INSA) pada 2016 jumlah kapal di Indonesia mencapai lebih dari 24.000 unit. Dari jumlah itu sebanyak 1900 lebih kapal memiliki bobot lebih dari 10 ribu DWT.

Direktur Keuangan OPMS Alan Priyambodo menjelaskan kebutuhan besi dan baja terus meningkat sehingga mengerek kebutuhan besi scrap juga. Seperti di Jawa Timur, kapasitas produksi besi baja sekitar 2,4 juta ton per tahun. "

Ini menjadi peluang bagi OPMS untuk memasok bahan baku ke perusahaan pengolahan besi baja," jelas Alan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri baja

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top