Investor Asing Minati Proyek Air Bersih di Malang

Perumda Tirta Kanjuruhan, Kab. Malang mengundang tiga investor untuk menggarap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di daerah tersebut.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  20:05 WIB
Investor Asing Minati Proyek Air Bersih di Malang
Ilustrasi instalasi pengolahan air bersih.

Bisnis.com, MALANG — Perumda Tirta Kanjuruhan, Kab. Malang mengundang tiga investor untuk menggarap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di daerah tersebut.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Kab. Malang Syamsul Hadi mengatakan ada tiga proyek SPAM yang ditawarkan ke investor untuk memenuhi kebutuhan air bersih Perumda tersebut, selain ada yang dimanfaatkan untuk dijual ke PDAM tetangga sehingga fungsinya menjadi SPAM regional.

“Proyek SPAM yang ditawartkan itu, di Coban Siuk di Jabung, Sungai Jeruk Pagelaran, dan Kali Lesti di Poncokusumo,” katanya di Malang, Minggu (21/7/2019).

Semua proyek tersebut, kata dia, memanfaatkan air permukaan. Debit air di Coban Siuk mencapai 1.300 liter/detik. Namun dari air sebanyak itu, sebagian dimanfaatkan untuk mengaliri persawahan seluas 800 hektare sehingga tersisa 400 liter/detik.

Dari sisa air yang tidak termanfaatkan tersebut, maka akan dipergunakan Perumda Tirta Kanjuruhan sebanyak 240 liter/detik sehingga pemenuhan kebutuhan air untuk mengairi persawahan masih sangat aman.

Pengelolaan air tersebut, kata dia, penting untuk mengantisipasi perkembangan kawasan di sana. Air bersih tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Pakis, Singosari, Lawang, dan tentu saja Jabung sendiri.

Jika PDAM Kota Malang bersedia memanfaatkan air bersih dari SPAM Kali Lesti, kata dia, maka nantinya SPAM di sana menjadi SPAM regional karena dimanfaatkan lintas daerah.

Menurut Syamsul yang juga Ketua Umum DPD Perpamsi Jatim itu, sudah ada investor yang tertarik untuk mengerjakan proyek-proyek SPAM yang ditawarkan Perumda Tirta Kanjuruhan, yakni satu dari luar negeri dan dua dari dalam negeri.

Perusahaan asing berasal dari Taiwan, sedangkan dalam negeri dalam negeri PT Elang dan PT Adaro. Perusahaan-perusahaan tersebut tengah melakukan survei-survei dan studi-studi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top