Kadin Jatim dan BKSP Akan Dorong Perusahaan Optimalkan Tenaga Magang

Pemerintah sedang menggencarkan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) guna meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dan relevan dengan dunia kerja.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  21:11 WIB
Kadin Jatim dan BKSP Akan Dorong Perusahaan Optimalkan Tenaga Magang
Ilustrasi.

Bisnis.com, SURABAYA — Kamar Dagang Industri Jawa Timur (Jatim) dan Kadin Jerman bersama dengan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) bekerja sama akan mendorong perusahaan di Jatim untuk mengoptimalkan tenaga kerja dari siswa magang.

Ketua BKSP Jatim, Adik Dwi Putranto, mengatakan dengan adanya peserta magang di sebuah perusahaan diharapkan bisa membantu proses produksinya.

"Selama mereka magang, mereka juga akan dididik dan dilatih sesuai kebutuhan perusahaan tersebut sehingga ke depan bisa berpotensi untuk diserap sebagai tenaga kerja handal," jelasnya dalam rilis, Rabu (17/7/2019).

Hanya saja, lanjutnya, hal itu bisa menjadi keuntungan bagi perusahaan atau hanya akan menjadi beban. Untuk itu, pihaknya akan membuat pola dan sistem agar upaya mengoptimalkan siswa magang ini dapat bermanfaat bagi keduanya.

Dia mengatakan saat ini pemerintah sedang menggencarkan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) guna meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dan relevan dengan dunia kerja.

Dalam pelaksanaan program PSG, pendidikan sebagian diselenggarakan di sekolah dan sebagian memang dilaksanakan di industri.

"Untuk itu, sinergitas antara dunia pendidikan dan dunia usaha–dunia industri untuk dapat menghasilkan SDM yang berkualitas," imbuhnya.

IHK (Kadin) Trier Jerman, Andreas Gosche mencontohkan, pola yang dilakukan siswa belajar di Jerman selama ini adalah para siswa belajar selama 5 hari, dan 3 hari untuk praktik. Dengan begitu, lanjutnya, siswa yang telah lulus sudah siap untuk masuk kedalam dunia kerja.

"Di Jerman saat ini banyak industri manufaktur, tapi apapun perusahaannya tetap menggunakan pola pemagangan di sana agar terlihat bagaimana cara kerja siswa tersebut," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smk

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top