Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Surabaya Gandeng 8 Hotel

Pemerintah Kota Surabaya menandatangani kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) dengan pelaku usaha pariwisata yang ada di ibu kota Jawa Timur itu.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  20:33 WIB
Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Surabaya Gandeng 8 Hotel
Ilustrasi kamar hotel yang pengelolanya meneken MoU dengan Pemkot Surabaya untuk menyerap tenaga kerja dari warga ibu kota Provinsi Jawa Timur tersebut. - JavaParagon.com

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya menandatangani kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) dengan pelaku usaha pariwisata yang ada di ibu kota Jawa Timur itu.

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan MoU tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot dengan pelaku usaha pariwisata yakni delapan hotel dalam mengutamakan tenaga kerja dari warga Kota Surabaya.

“Melalui MoU ini masyarakat atau warga diharapkan menjadi bagian dari nilai investasi yang ditanamkan di Surabaya sehingga tujuan akhir dari MoU ini adalah dapat menekan angka pengangguran di Surabaya, dengan kata lain warga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya dalam siaran pers pada Selasa (9/7/2019).

Delapan hotel yang telah meneken MoU dengan Pemkot Surabaya meliputi Hotel Java Paragon, Mercure Grand Mirama, Hotel Arcadia, Singgasana, Swiss Belin, Batiqa, Cendana, dan Bisanta Bidakara.

Dia mengatakan selain MoU dengan perhotelan, Pemkot berupaya membuka peluang agar warga Surabaya bisa menjadi bagian dari investasi tersebut dengan cara menggandeng Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) melalui pelatihan kerja yang tepat.

“Diharapkan jika lulus pelatihan nantinya warga Surabaya ini bisa bekerja di sektor pariwisata sesuai dengan kriteria dan standar yang diinginkan perusahaan pengelola hotel,” ucapnya.

Eri menjelaskan Pemkot akan melakukan pendataan warga per RW yang belum bekerja dari segi pendidikan dan usia.

Dari data tersebut, akan dikalsifikasikan seusai dengan pelatihan yang diperlukan, termasuk mencarikan pekerjaan lainnya yang sesuai dengan bidang pendidikan dan usianya. “Dengan pendataan warga, diharapkan kerja sama ini bisa tepat sasaran.”

Kerja sama tersebut direncanakan terus berlanjut dengan menambah jumlah relasi perusahaan setidaknya ada 40 perusahaan swasta di Surabaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhotelan, tenaga kerja

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top