Roti Aman Bagi Penderita Diabetes Mellitus Berkat Okra

Bahan roti ditambah ekstrak okra atau abelmoschus esculentus.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  14:14 WIB
Roti Aman Bagi Penderita Diabetes Mellitus Berkat Okra
Proses pembuatan produksi roti ramah bagi penderita diabetes. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan roti yang aman bagi penderita Diabetes Mellitus dengan mencampur bahan ekstra okra yang nama latinnya Abelmoschus Esculentus.

Penggagas roti tersebut, yakni Novitasari Dwi Mar'atusholihah, Anggun Nurani, Rehan Almira mahasiswa prodi Ilmu Teknologi Pangan (ITP) UMM.

Ketua Kelompok Novitasari Dwi Mar'atusholihah mengatakan walaupun bukan makanan pokok masyarakat Indonesia, roti menjadi makanan yang cukup digemari. Namun yang perlu diwasapai, roti justru memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga menjadi masalah bagi penderita diabetes mellitus jika gemar mengonsumsi panganan berbahan dasar tepung ini.

“Itulah yang melatarbelakangi kami menciptakan roti yang ramah bagi para penderita diabetes millitus,” ucapnya di Malang, Minggu (26/5/2019).

Cara membuat roti yang ramah bagi penderita diabetes mellitus, yakni mencampur bahan roti dengan ekstrak okra atau abelmoschus esculentus. Tanaman asli Afrika ini menjadi bahan tambahan untuk menekan kadar gula pada roti. Produk tersebut dinamai Rita Ok (Roti Tawar Okra).

Buah okra merupakan salah satu tanaman yang tinggi serat dan kandungan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan kimia dari okra diantaranya adalah 67,50% α-selulosa, 15,40% hemiselulosa, 7,10% lignin, 3,40% komponen pektik, 3,90% komponen lemak dan linin serta 2,70% ekstrak air. Efek kimia tersebut memiliki guna sebagai antidiabetes.

Mahasiswa semester enam ini juga menerangkan, temuannya sudah disusun sejak awal April lalu. Penelitian tersebut telah dan sedang dalam masa uji. “Ada dua tahap pengujian. Satu sudah, yakni uji infifo. Tinggal satu lagi, uji serat,” jelas Novita.

Buah Okra nantinya akan diekstrak dan akan berbentuk gel. Gel tersebutlah yang akan dicampurkan dalam bahan pembuatan roti. Setelah itu roti akan melalui proses pembuatan roti pada umumnya.

“Ada sedikit perbedaan dengan roti pada umumnya, hanya teksturnya agak sedikit lembek. Lainnya sama dengan roti biasanya,” ungkap Novita.

Dalam kurun waktu empat bulan, Novita akan memaksimalkan penelitannya. Melalui penelitian ini pula, penelitian bimbingan Warkoyo ini berharap mendapatkan informasi produk ekstrak buah okra yang mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Ini dimaksudkan agar dapat dijadikan alternatif produk pangan aman untuk dikonsumsi penderita diabetes mellitus. (k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
roti, penelitian pangan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup