Pemprov Jatim Berencana Bangun Big Data Kependudukan Lintas Sektor

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana membangun big data berbasis nomor induk kependudukan (NIK) untuk memantau informasi penduduk secara terintegrasi untuk semua sektor.
Peni Widarti | 13 Mei 2019 18:55 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana membangun big data berbasis nomor induk kependudukan (NIK) untuk memantau informasi penduduk secara terintegrasi untuk semua sektor.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak Elestianto mengatakan melalui big data tersebut diharapkan informasi penduduk Jatim bisa terpantau baik dari sisi kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan dan lainnya.

"Informasi dalam bg data tersebut nantinya bisa digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan tindakan penanggulangan secara cepat dan tepat sesuai dengan kondisi setempat," katanya seperti dikutip dalam rilis, Senin (13/5/2019).

Dia mencontohkan dari sektor kesehatan, Big Data akan membantu pelaksanaan surveilans malaria yakni kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, teratur, dan sistematis dalam pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data malaria.

“Diharapkan cara tersebut dapat menghasilkan informasi yang akurat dan dapat disebarluaskan,” ujarnya.

Emil menilai surveilans malaria sangat penting dilakukan sebab banyak masyarakat Jatim yang bermigrasi ke luar Jawa untuk bekerja, baik secara temporer, maupun permanen. Di sisi lain, para migran tersebut juga cukup sering kembali lagi ke daerah asalnya lantaran keluarga besarnya tetap tinggal di Jatim.

“Artinya pergerakan penduduk ke luar pulau cukup signifikan, karena itu surveilans sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan para migran,” tuturnya.

Provinsi Jatim tahun ini menerima Sertifikat Eliminasi Malaria oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pada Peringatan Hari Malaria se-dunia. Sejak 2017, seluruh wilayah di Jatim telah dinyatakan 100% bebas dari penyakit yang disebabkan oleh plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles.

Menurutnya, kegiatan surveilans malaria ini nanti bakal sukses jika melibatkan lintas sektor seperti Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata, bahkan Babinsa dan Babinkamtibmas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
big data, jawa timur

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top