Kebutuhan Daging Sapi & Ayam di Jatim Dipastikan Tercukupi

Dinas Peternakan Jawa Timur memastikan pasokan daging sapi dan daging ayam untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran masih aman
Peni Widarti | 08 Mei 2019 16:51 WIB
Ilustrasi daging sapi lokal - Antara/Irwansyah Putra

Bisnis.com, SURABAYA – Dinas Peternakan Jawa Timur memastikan pasokan daging sapi dan daging ayam untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran masih aman dengan jumlah stok mencapai 15.580 ton daging sapi (Mei – Juni 2019)

Kepala Dinas Peternakan Jatim Wemmi Niamawati mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan para peternak sapi dan ayam di Jatim serta asosiasi pengusaha dan rumah potong hewan dan pasar untuk memastikan ketersediaan pasokan.

“Ditinjau dari ketersediaan bahan pokok asal peternak ini, tercatat jumlah ketersediaan daging sapi yang ada di Jatim pada Mei-Juni mencapai 15.580 ton, sedangkan kebutuhan selama 2 bulan di Jatim dan untuk provinsi lain itu cuma 14.872 ton, jadi masih ada stok sampai Juni,” ujarnya pada Rabu (8/5/2019).

Dia mengatakan selain daging sapi, pasokan daging ayam Jatim untuk kebutuhan Lebaran ini juga surplus. Tercatat prediksi pasokan daging ayam pada Mei – Juni 2019 mencapai 79.855 ton dengan jumlah kebutuhan Jatim dan provinsi lain hanya 69.822 ton.

Sementara untuk prediksi pasokan telur ayam pada periode Ramadan hingga Lebaran ini mencapai 121.497 ton dengan total kebutuhan hanya 100.020 ton.

“Baik kelebihan pasokan daging sapi, daging ayam maupun telur di Jatim ini bisa untuk memenuhi suplai pangan hasil peternakan untuk provinsi lain,” tambahnya.

Wemmi mengatakan pendistribusian daging sapi dan daging ayam akan dilakukan oleh rumah pemotongan hewan (RPH) dan rumah pemotongan unggas (RPU) yang ada di Jatim. Saat ini di Jatim ada 23 unit RPU dengan rata-rata pemotongan total 30.000 – 60.000 ekor/hari.

“Sedangkan jumlah peternak sapi Jatim yang kita ikut menyediakan pasokan 8.000-an, termasuk peternak kecil yang hanya punya tiga hingga lima ekor sapi per kandang, juga pengusaha peternak yang punya 300 ekor sapi. Kebanyakan sapi-sapi tersebut disuplai dari Madura, kalau ayam dari Blitar, Malang, Tulungagung, dan Lamongan,” ujarnya.

Dengan adanya ketersediaan daging, lanjut Wemmi, diperkirakan harga-harga daging sapi dan ayam akan stabil saat mendekati Idulfitri, dan masih ada kemungkinan terjadi kenaikah tetapi masih terjangkau.

“Diharapkan ketersediaan yang cukup ini tidak menimbulkan gejolak harga yang mencolok,” ujarnya.

Adapun harga rata-rata saat puasa untuk daging sapi murni di Jatim sekitar Rp109.000 – Rp110.000/kg, dan diperkirakan pada H-3 sampai H+3 harganya meningkat sekitar 10%- 20% atau dengan prediksi Rp108.800 – Rp130.500/kg.

Sementara harga rata-rata daging ayam broiler saat periode puasa ini Rp37.000/kg, dan akan meningkat menjadi Rp36.200 – Rp43.000/kg pada H-3 sampai H+3 Lebaran. Untuk komoditas telur saat ini Rp26.000/kg akan berada di kisaran harga Rp24.500 – 29.400/kg.

Secara terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Sapi Segar (PPSDS) Jatim Muthowif mengatakan pasokan daging sapi untuk Lebaran ini juga cukup aman. Bahkan soal harga, diperkirakan tidak ada gejolak yang signifikan dengan prediksi kenaikan harga sekitar Rp1.000.

“Untuk awal puasa ini masih sepi, nanti kalau sudah masuk malam 21 puasa biasanya permintaan akan naik dan akan mengerek harga, tapi karena pasokan aman jadi naiknya tidak banyak,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daging sapi, daging ayam

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top