PG Krebet Baru Kejar Giling Tebu 18.650 Juta Kuintal

PG Krebet Baru, Kab. Malang menargetkan dapat menggiling tebu sebanyak 18.650 juta kuintal tebu pada musim giling tahun ini atau naik sekitar 10% bila dibandingkan tahun lalu.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 26 April 2019  |  19:42 WIB
PG Krebet Baru Kejar Giling Tebu 18.650 Juta Kuintal
GM PG Krebet Baru Adang Sukendar Djuanda (kiri) bersama Kabag SDM dan Umum PG Krebet Baru Erys Samiaji (kanan) di Malang, Jumat (26/4/2019). Bisnis - Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — PG Krebet Baru, Kab. Malang menargetkan dapat menggiling tebu sebanyak 18.650 juta kuintal tebu pada musim giling tahun ini atau naik sekitar 10% bila dibandingkan tahun lalu.

GM PG Krebet Baru Adang Sukendar Djuanda mengatakan optimistis target giling tebu sebesar itu dapat dicapai dengan pertimbangan iklim yang mendukung.

“Tahun ini musim kemarau diprediksikan panjang sebagai fenomena el nino sehingga saat panen diperkirakan tidak ada halangan pada proses tebangnya, sebaliknya saat memasuki tanam tahun lalu justru memasuki musim penghujan sehingga produksi tebu diperkirakan baik,” katanya di Malang, Jumat (26/4/2019).

Oleh karena itu pula, dia memprediksikan, rendemen tebu pada musim giling tahun ini lebih bagus daripada realisasi giling tahun lalu.

Untuk menjaga rendemen tinggi pencapaian angka overall recovery harus optimal dan masa giling 160 hari dengan kapasitas 11.500 TCD, akan dimulai awal Mei dan berakhir pada November 2019.

“Tapi prinsipnya semua tebu dari petani mitra PG Krebet Baru akan digiling,” katanya.

Menurut Adang, tebu sebanyak itu ditanam di lahan seluas 19.500 hektare di Malang. Sebagian besar lahan merupakan milik petani yang bermitra dengan PG Krebet Baru, seluas 16.500 hektare, sisanya tebu milik petani nonmitra.

Dia berharap, harga gula nasional terus stabil dan membaik sehingga dapat menjadi insentif bagi petani di Kab. Malang untuk terus menanam tebu. Dari kondisi tanah, petani di Malang akan terus loyal untuk menanam tebu.

Hal itu didasarkan pada pertimbangan dari luasan lahan yang mencapai 19.500 hektare itu, sebagian besar merupakan lahan sawah tadah hujan. Dengan kondisi tanah yang seperti, maka penanaman komoditas yang paling menguntungkan justru tebu.

Meski begitu, kata dia, kemitraan yang saling menguntungkan antara PG dengan petani terus dijaga dengan berbagai cara seperti melaksanakan kegiatan sosial. Kegiatan sosial itu juga dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan dengan masyarakat sekitar PG.

Kabag SDM dan Umum PG Krebet Baru Erys Samiaji mengatakan mengawali musim musim giling 2019, PG Krebet Baru menggelar kegiatan khitanan massal dan kegiatan santunan pada dhuafa di sekitar PG dan di lingkungan wilayah kerja PG.

Khitanan massal yang diikuti 50 anak dilaksanakan di Desa Harjokuncaran, Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang; 20 anak di Tunggul Wulung pada 3 April lalu.

Selanjutnya di Ketapan Kepanjen diikuti 100 anak pada 14 April, di Gedung Balai Pertemuan PG Krebet Baru rencananya diikuti 70 anak, Sabtu (27/4/2019).

“Untuk santunan untuk kaum dhuafa berupa pembagian sembako untuk 300 orang, naik bila dibandingkan tahun lalu yang mencapai 200 orang,” ucapnya. (k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pabrik gula

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top