Persediaan Beras Bulog Jatim 601.703 Ton, Aman untuk Ramadan dan Lebaran

Pasokan beras dari Jatim sangat mencukupi kebutuhan Jatim bahkan surplus untuk memasok ke daerah lain.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 April 2019  |  16:27 WIB
Persediaan Beras Bulog Jatim 601.703 Ton, Aman untuk Ramadan dan Lebaran
Kepala Bulog Divre Jatim Muhammad Hasyim (kiri) seusai menghadiri Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Surabaya, Kamis (25/4/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur telah menyiapkan pasokan komodoti beras yang saat ini mencapai 601.703 ton untuk memenuhi kebutuhan operasi pasar saat Ramadan dan Lebaran.

Kepala Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim mengatakan pasokan beras dari Jatim sangat mencukupi kebutuhan Jatim bahkan surplus untuk memasok ke daerah lain.

"Bahkan sampai akhir tahun beras kita aman, dan nanti berapa pun kebutuhan operasi pasar oleh pemda/pemda, Bulog sudah siap menyuplai, termasuk produk lain seperti minyak goreng, tepung terigu, dan gula pasir," katanya seusai mengikuti Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Kamis (25/4/2019).

Dia mengatakan, untuk harga beras medium Bulog sendiri saat ini dijual ke pengecer seharga Rp8.250/kg. Sedangkan beras yang dijual dalam operasi pasar sekitar Rp8.500/kg sampai Rp12.500 sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Adapun persediaan bahan pokok di Bulog Jatim untuk komoditas lain seperti gula pasir sebesar 6.663 ton, minyak goreng 41.016 liter, terigu 12.168 kg, dan jagung 75.861 ton.

Hasyim menambahkan dalam mengamankan kebutuhan bahan pangan di Jatim, Bulog telah menyiapkan 59 komplek pergudangan yang tersebar di sejumlah kota/kabupaten, ada 14 distribusi center, dan 7.549 Rumah Pangan Kita (RPK) serta 77 Toko Pangan Kita.

"Dari 14 wilayah Bulog Jatim, masing-masing ada gudang untuk menyediakan komoditi Bulog," imbuhnya.

Sedangkan untuk komoditi bawang merah dan bawang putih, saat ini Bulog belum bisa menyediakan lantaran pasokan bawang merah Jatim dipusatkan di Probolinggo, dan bawang putih masih menunggu impor dari Kementerian Perdagangan.

"Bulog tidak menyediakan bawang putih, tapi kalau dari pemerintah meminta Bulog melakukan impor, ya kita siap impor bawang putih sekaligus untuk operasi pasar," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
produksi beras

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top