Pasokan Beras Jatim Surplus 2,6 Juta Ton

Kondisi pangan di Jatim sangat aman untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran nanti.
Peni Widarti | 05 April 2019 18:52 WIB
Panen Padi. - Bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprediksi komoditas beras Jawa Timur pada saat menjelang Ramadan 2019 atau selama periode Januari-April masih akan surplus hingga 2,6 juta ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo mengatakan prakiraan dinamis produksi padi di Jatim pada Sub Round I (Januari-April) tahun ini mencapai 6,1 juta ton lebih gabah kering giling (GKG) dengan potensi ketersedian beras 4 juta ton.

"Sedangkan konsumsi pangan masyarakat Jatim selama 4 bulan tersebut hanya sekitar 1,4 juta ton lebih, sehingga pada sub round I kita surplus beras 2,6 juta ton," katanya kepada Bisnis, Jumat (5/4/2019).

Secara rinci, produksi beras pada sub round I tersebut yakni Januari 238.964 ton, Februari 779.698 ton, Maret 1,85 juta ton lebih dan April 1,15 juta ton beras.

"Nanti Mei masih ada lagi ketersediaan beras 275.894 ton beras jadi kondisi pangan di Jatim sangat aman untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran nanti," katanya.

Dia mengatakan produksi beras sub round I tersebut merupakan hasil panen dari luas tanaman 1,3 ha yang telah ditanam pada musim penghujan Oktober 2018 - Maret 2019.

Dengan rincian luas panen luas panen padi yakni Januari seluas 63.863 ha, Februari seluas 208.298 ha, Maret seluas 488.064 ha, dan April seluas 300.677 ha.

Hadi menambahkan meski lahan sawah padi di beberapa titik di Jatim sempat terdampak banjir pada Maret lalu, tapi kerusakan tanaman tidak sampai 1%. Dan lahan-lahan petani juga sudah banyak yang mengikuti asuransi Jasindo.

Adapun perkembangan harga rata-rata di Jatim per Maret mengalami penurunan di beberapa lokasi. Untuk Gabah Kering Panen (GKP) Jatim Rp4.065/kg, sedangkan nasional Rp4.604/kg. Sementara harga GKG Jatim Rp4.955/kg dan nasional Rp5.654/kg.

Sedangkan harga beras medium Rp8.822/ dan harga beras premium Rp10.227/kg dengan HET=Rp12.800/kg.

Hadi menambahkan, selain beras, pada sub round I tahun ini Jatim juga memproduksi jagung sebanyak 2,87 juta ton pipil kering (ppk), dan pada Mei ada persediaan 285.887 ton ppk.

"Kedelai juga ada produksi 21.728 ton, tapi kita masih defisit 127.576 ton ose (kedelai lepas dari kulit). Sedangkan prakiraan produksi Mei tersedia 12.139 ton ose," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa timur, produksi beras

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top