Wali Kota Malang: Perlu Kematangan Sikap dalam Bermedsos

Wali Kota Malang Sutiaji meminta masyarakat agar bijak dan matang dalam bersikap sehingga tidak emosional dan terjebak dalam jerat informasi yang menyesatkan, apalagi malah menyebarluaskan.
Choirul Anam | 21 Maret 2019 19:29 WIB
Walikota Malang Sutiaji. - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG—Wali Kota Malang Sutiaji meminta masyarakat agar bijak dan matang dalam bersikap sehingga tidak emosional dan terjebak dalam jerat informasi yang menyesatkan, apalagi malah menyebarluaskan.

“Mencermati perkembangan sosial media dan fenomena post truth yang berkembang akhir-akhir ini, maka diperlukan kesiapan yang matang dari masyarakat  dalam memanfaatkan media sosial serta gerakan bijak bermedia sosial di Indonesia perlu terus digelorakan,” katanya pada Diseminasi Informasi Publikasi Kota Malang, di Malang, Kamis (21/3/2019).

Dia  juga berharap agar melalui kegiatan ini, nantinya para peserta mampu mendapat pemahaman terkait penggunaan internet dan media sosial secara bijak.

"Dengan upaya yang demikian, insya Allah akan terbangun budaya bijak bermedia sosial serta tetap aktif di media internet," ucapnya.

Walikota juga menegaskan, saat inimeruapakan era digital yang ditandai dengan semakin masifnya penetrasi media sosial dalam berbagai aspek kehidupan,  baik informasi mengenai ekonomi, politik, budaya maupun pertahanan keamanan. Fenomena ini merupakan  konsekuensi perubahan pola komunikasi, dari cara-cara dan media konvensional menuju digitalisasi komunikasi dengan menggunakan berbagai kanal media sosial kekinian. 

"Melalui media sosial, berbagai informasi yang mengalir deras tanpa batas tersebut, ibarat sekeping mata uang logam yang memiliki dua sisi yang berbeda,  media sosial satu sisi dapat bersifat positif apabila dimanfaatkan secara benar,  untuk mengedukasi masyarakat dan mengoptimalkan manfaat praktis media sosial, bagi peningkatan pembangunan bangsa," ujar Sutiaji.

Namun disisi lain, lanjutnya, pemanfaatan media sosial juga dapat kontra produktif, apabila ruang publik disesaki oleh informasi yang berseliweran melalui media sosial dengan hoax, informasi palsu (fake news) dan informasi keliru (false news) yang memiliki daya rusak yang dashyat karena penyebarannya sangat cepat tanpa batas dan mampu membangkitkan emosi  yang sangat  kuat.

Tidak bisa dipungkiri, menurut dia, pasar terbesar pengguna media sosial adalah para anak-anak muda yang cenderung emosional sehingga rentan menjadi bagian dalam penyebaran berita hoaks. 

Begitu pula dengan adanya fenomena post-truth yang dapat disebut sebagai pergeseran sosial spesifik yang melibatkan media arus utama dan para pembuat opini. Fakta-fakta bersaing dengan hoaks dan kebohongan untuk dipercaya publik. Secara sederhana, post-truth dapat diartikan bahwa masyarakat lebih mencari pembenaran dari pada kebenaran.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, Zulkifli Amrizal  mengatakan selain bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda dalam rangka bijak bermedia sosial dan memerangi berita hoaks, Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka untuk mendukung Kota Malang sebagai Kota Layak Anak karena sasaran dari kegiatan ini adalah generasi muda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota malang, Medsos

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top