Tiga Faktor Penyebab Sukses Tidaknya Tol Laut

Pengamat transportasi dari Universitas Hasanuddin, Yamin Jinca menyebutkan sedikitnya ada tiga lingkaran konektivitas yang dapat memengaruhi kesuksesan program Tol Laut.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  20:44 WIB
Tiga Faktor Penyebab Sukses Tidaknya Tol Laut
Kapal Logistik Nusantara 4 yang melayani tol laut menurunkan kontainer muatannya saat bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, SURABAYA - Pengamat transportasi dari Universitas Hasanuddin, Yamin Jinca menyebutkan sedikitnya ada tiga lingkaran konektivitas yang dapat memengaruhi kesuksesan program Tol Laut.

Dalam kegiatan Seminar Nasional Tol Laut menyambut Hari Pers Nasional di Tanjung Perak Surabaya, Senin (4/2/2019), Yamin menyebutkan satu di antaranya adalah masalah demand atau permintaan pasar di kawasan timur Indonesia.

"Di lingkaran pertama ini, mampukah pemda-pemda membangkitkan sumber daya manusianya untuk menjadi demand yang kuat sehingga ada daya tarik permintaan barang ke sana," katanya.

Lingkaran kedua, lanjut Yamin, yakni setiap logistik diharapkan barang bisa sampai ke tujuan tepat waktu, tidak rusak dan biaya murah. Menurutnya, jika barang sekian ton banyaknya terlambat datang, maka menimbulkan kerugian yang besar bagi pengusahanya.

Sedangkan yang ketiga yakni konektivitas yang sustainable atau berkelanjutan, yang berarti ketika barang dari kapal sudah turun, masih dibutuhkan konektivitas di darat agar barang tersebut bisa sampai ke konsumen/ end user dengan harga yang efisien.

"Jarak dan proses antara pelabuhan tujuan menuju ke end user masih tinggi. Estimasi saya, konektivitas yang sustainable akan mampu menurunkan harga barang 5%-20% bergantung komoditinya," katanya.

Saat ini, lanjutnya, pengiriman barang dari Jawa ke wilayah timur sudah cukup bagus tetapi tidak berkelanjutan saat barang sudah tiba.

"Contoh konektivitas yang bagus itu adalah bandara, begitu kita turun, sudah ada angkutan-angkutan yang siap mengantar sampai tujuan. Sedangkan pelayaran ke timur, begitu turun di pelabuhan malam, terpaksa harus menginap dulu sampai besok pagi," jelasnya.

Yamin menambahkan, pemerintah dan semua pihak perlu menyeimbangkan pembangunan antara wilayah timur dan barat. Namun, yang terjadi saat ini, ketika pemerintah sedang membangun infrastruktur Trans Papua, malah ada kelompok bersenjata yang menembaki pekerja proyek.

"Ini yang juga jadi alasan investor tidak mau bangun usaha di sana karena belum ada jaminan keamanan, apalagi ada pemilu tahun ini mereka wait and see, takut ada kebijakan baru," imbuh Yamin.

Dia menambahkan, soal konektivitas di daerah, pemerintah perlu melibatkan pelayaran rakyat yang sudah ada sebelumnya. Menurutnya, selama ini mereka punya kapal tapi hanya bisa menonton program Tol Laut.

"Saya kira, saudara-saudara kita di pelayaran rakyat menunggu untuk diikutsertakan dalam program pemerintah ini," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tol Laut

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup