Kemendag Siapkan 9 Depo Gerai Maritim Sokong Tol Laut

Kementerian Perdagangan telah menyiapkan 9 Depo Gerai Maritim yang digunakan untuk sarana distribusi barang komoditi terutama untuk menjaga stabilitas dan menurunkan disparitas harga barang kebutuhan pokok.
Peni Widarti | 04 Februari 2019 17:52 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan) berbincang dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kedua kanan) saat menghadiri seminar nasional tol laut di atas kapal KM Dorolonda, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/2/2019). Seminar nasional tol laut yang mengangkat tema "Melanjutkan konektivitas, membuka jalur logistik dan menekan disparitas harga" tersebut juga sebagai rangkaian peringatan hari pers nasional 2019. - Antara/Abriawan Abhe

Bisnis.com, SURABAYA — Kementerian Perdagangan telah menyiapkan 9 Depo Gerai Maritim yang digunakan untuk sarana distribusi barang komoditi terutama untuk menjaga stabilitas dan menurunkan disparitas harga barang kebutuhan pokok.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan program Gerai Maritim ini telah memanfaatkan program tol laut sehingga kelancaran arus dan ketersediaan barang kebutuhan pokok terutama di daerah 3TP (terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan).

"Tujuan program Gerai Maritim adalah untuk mengurangi biaya distribusi barang, meningkatkan perdagangan antar pulau, memperluas jaringan distribusi produk unggulan daerah setempat sebagai muatan balik, dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan di daerah 3TP tersebut," jelasnya saat paparan dalam seminar melanjutkan Tol Laut menyambut Hari Pers Nasional, Senin (4/2/2019).

Adapun 9 Depo Gerai Maritim yang terbangun tersebut berada di Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Mimika, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Tidore Kepulauan, Kabupaten Fak Fak, dan Kabupaten Teluk Wondama.

"Depo ini bisa digunakan untuk tempat penyimpanan sementara barang setelah diturunkan dari kapal dan menampung produk unggulan daerah yang akan diangkut menjadi muatan balik sebelum dimuat di kapal," jelasnya.

Enggar menegaskan, bahwa program kerja ini sejalan dengan program kerja dari pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik untuk angkutan barang yang dituangkan dalam Perpres Nomor 70 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah 3TP.

Peran Kemendag, katanya, dalam program tol laut yakni berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan, pemantauan dan evaluasi jenis, jumlah, dan harga barang dari dan ke daerah yang termasuk dalam program tol laut.

"Termasuk mengatur jenis barang selain barang kebutuhan pokok dan penting yang dapat diangkut dalam program tol laut," imbuhnya.

Kemendag mencatat, pada 2018 ada sebanyak 437 pedagang dari 35 kabupaten/kota yang dapat memanfaatkan tol laut dan yang daerahnya dilalui trayek tol laut. Tahun ini jumlah trayek tol laut ada 18 trayek.

“Agar ke depan tidak bergantung pada subsidi, perlu ada rencana aksi dan sinergi antar kementerian/lembaga untuk meningkatkan investasi/pengembangan industri terkait barang kebutuhan pokok dan barang penting di wilayah timur," imbuhnya.

Tag : Tol Laut
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top