Malang Perlu Terminal Kargo Guna Kurangi Potensi Kemacetan

Tiga kepala daerah di Malang Raya yakni, Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko telah melakukan pertemuan untuk membahas rencana pembangunan terminal kargo tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Januari 2019  |  20:52 WIB
Malang Perlu Terminal Kargo Guna Kurangi Potensi Kemacetan
Ilustrasi.

Bisnis.com, MALANG — Rencana pembangunan terminal kargo dinilai mampu menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Malang, Jawa Timur, karena salah satu penyebab kemacetan adalah banyaknya truk berkapasitas besar yang melintas.

Wakil Bupati Malang, Sanusi mengatakan bahwa jika nantinya pembangunan terminal kargo tersebut terlaksana dan sudah beroperasi, maka kendaraan-kendaraan berkapasitas besar tidak perlu lagi melintas Kota Malang untuk menuju destinasi akhir.

"Iya, terminal kargo merupakan salah satu solusi untuk mengurai kemacetan khususnya di Kota Malang," kata Sanusi, seusai menghadiri diskusi Pembangunan Terminal Kargo untuk Mengatasi Kemacetan di Malang Raya, di Kota Malang, Rabu (9/1/2019).

Tiga kepala daerah di Malang Raya yakni, Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko telah melakukan pertemuan untuk membahas rencana pembangunan terminal kargo tersebut. Rencananya, terminal kargo tersebut akan dibangun di wilayah Kabupaten Malang.

Terminal kargo tersebut nanti akan berfungsi untuk tempat menurunkan dan mengangkut kargo oleh truk bermuatan besar, sehingga tidak masuk ke wilayah perkotaan dan menghambat lalu lintas. Sehingga, lalu lintas khususnya di Kota Malang tidak terhambat.

Berdasarkan survei dari Inrix pada 2017 lalu, Kota Malang menempati posisi kota termacet ketiga di Indonesia, di bawah Jakarta dan Bandung. Inrix mengumpulkan data dari 1.360 kota di 38 negara.

Kemacetan di Kota Malang dinilai lebih tinggi dibandingkan kemacetan di ibu Kota Jawa Timur, Surabaya. Pengendara harus menghabiskan waktu selama 45 jam dalam setahun di tengah macet, dengan persentase keseluruhan mencapai 23 persen.

"Dengan terminal kargo ini, kendaraan besar tidak ikut malang-melintang di Kota Malang. Sehingga kecepatan berkendara bisa lebih cepat dan tidak macet," kata Sanusi.

Pembangunan terminal tersebut, harus didukung penuh oleh kepala daerah dari tiga wilayah yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, karena permasalahan kemacetan yang terjadi khususnya di Kota Malang tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Dalam kesempatan tersebut, Pakar Trasnportasi dari Universitas Brawijaya Ludfi Djakar mengatakan bahwa beberapa titik yang dinilai berpotensi untuk dijadikan terminal kargo di wilayah Malang Raya tersebut adalah, Singosari Kabupaten Malang, kawasan Blimbing Kota Malang, Karanglo Kabupaten Malang, dan kawasan Gribik Kota Malang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kargo, malang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup