Pemkot Surabaya Siapkan Aplikasi e-SPPT Pajak Bumi dan Bangunan

Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan layanan aplikasi elektronik SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) guna memudahkan masyarakat dalam menerima SPPT untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  00:39 WIB

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan layanan aplikasi elektronik SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) guna memudahkan masyarakat dalam menerima SPPT untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya, Yusron Sumartono mengatakan layanan online untuk mendapatkan SPPT ini hadir untuk memudahkan warga dalam mendapatkan surat tersebut ketika mendesak.

"Selama ini memang banyak keluhan keterlambatan dalam penyampaian SPPT (hardcopy) kepada warga, padahal warga butuh cepat yang biasanya untuk mengurus BPN atau mendaftar kuliah, untuk jual beli tanah dengan notaris atau lainnya," jelasnya saat konferensi pers, Senin (7/1/2019).

Bahkan, lanjutnya, selama ini banyak warga yang meminta salinan SPPT dan keterangan NJOP secara manual dengan bersurat kepada pemkot dengan proses 2 hari.

Dia menjelaskan melalui layanan online e-SPPT, masyarakat bisa langsung mengunduhnya hanya dengan mengaskes web http://pbb.bpkdsurabaya.go.id dan mengikuti petunjuknya.

"Kita hanya perlu menyiapkan NIK sesuai KTP yang sudah elektronik," imbuhnya.

Dia menambahkan, meski menyiapkan layanan online, pemkot tetap mengirimkan SPPT hardcopy ke rumah warga masing-masing.

Adapun, khusus penerimaan PBB tahun ini, pemkot memproyeksikan nilainya hampir sama dengan realisasi 2018 yakni sekitar Rp1,1 triliun. Menurutnya, proyeksi perolehan PBB yang tidak meningkat ini lantaran tidak adanya kenaikan NJOP (nilai jual obyek pajak).

"Tahun ini tidak ada kenaikan NJOP, karena tahun lalu NJOP sudah naik rata-rata 18%. Begitu juga dengan 9 jenis pajak kita tidak naik tahun ini," imbuhnya.

Sementara jumlah wajib pajak (WP) untuk jenis pajak PBB di Kota Surabaya saat ini sudah mencapai 660.000 WP. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 3 tahun lalu yang jumlahnya mencapai 600.000 WP.

"Sejak e-SPPT untuk PBB ini diluncurkan pada awal tahun, hingga kini sudah ada 395 user yang mengunduh, dan setiap hari dan setiap jam terus meningkat usernya," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top