BPS Ingatkan Harga Beras Bisa Naik Terimbas Cuaca Buruk

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, Pemerintah Kota Malang bersama pemangku kepentingan terkait agar mewaspadai kemungkinan kenaikan harga beras awal 2019, mengantisipasi adanya gagal panen akibat cuaca buruk.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Januari 2019  |  16:37 WIB
BPS Ingatkan Harga Beras Bisa Naik Terimbas Cuaca Buruk
Warga melintas di samping beras yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/5). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, MALANG – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, Pemerintah Kota Malang bersama pemangku kepentingan terkait agar mewaspadai kemungkinan kenaikan harga beras awal 2019, mengantisipasi adanya gagal panen akibat cuaca buruk.

"Beberapa hal yang perlu diwaspadai adalah, pengamanan stok beras. Karena, indikasinya harga beras mulai merangkak naik, walaupun saat ini masih terbilang kecil," kata Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang Dwi Handayani di Kantor BPS Kota Malang, Rabu (2/1/2019).

Dia mengatakan pada awal tahun 2019, cuaca diramalkan memasuki masa musim penghujan, sehingga perlu adanya peningkatan kewaspadaan untuk memenuhi stok pangan yang bergantung pada kondisi cuaca disertai risiko gagal panen.

Dwi menjelaskan, saat ini, produksi beras masih memasuki musim tanam padi untuk beberapa wilayah di Jawa Timur. Kota Malang sendiri, tidak memiliki lahan pertanian yang cukup luas untuk memasok kebutuhan beras masyarakat, sehingga pasokan didatangkan dari daerah lain.

Diperkirakan panen padi akan mulai pada akhir Februari 2019, dimana penambahan pasokan beras baru bisa dirasakan pada awal Maret 2019. tercatat, kondisi stok beras yang ada di Perum Bulog Divre Malang, ada sebanyak 28.000 ton, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan kedepan.

Serapan Bulog Sub Divre Malang sepanjang 2018, tercatat sebesar 42,61% atau sebanyak 18.278 ton, dari target 42.900 ton. Sementara pada 2017, realisasi juga berada di bawah target, dimana serapan hanya sebesar 53% dari target yang ditetapkan sebanyak 67.100 ton.

Untuk Kota Malang sendiri, salah satu komoditas yang dianggap mampu menahan laju inflasi dalah beras dengan andil terhadap deflasi mencapai 0,2%. Hal tersebut dikarenakan pasokan mencukupi dan tetap terjaga.

Namun, secara nasional, harga gabah tercatat sudah mulai merangkak naik, dimana pada November 2018, harga rata-rata gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp5.116 per kilogram, atau naik 3,64% dan di tingkat penggilingan Rp5.212 per kilogram atau naik 3,43% dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Oktober 2018.

Sementara harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani tercatat Rp5.646 per kilogram, yang juga naik 3,28% dan di tingkat penggilingan Rp5.754 per kilogram, naik 3,34%.

Kenaikan tersebut juga diikuti untuk harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.739 per kilogram atau, 0,95% dan di tingkat penggilingan Rp4.841, naik 1,23%.

"Selain beras, harga daging ayam juga perlu diperhatikan. Termasuk komoditas seperti bawang merah, dan sayur-sayuran yang memiliki kerawanan pada musim hujan," tutup Dwi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Beras, malang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup