HUNIAN VERTIKAL : Pengembang Diminta Perhatikan Kearifan Lokal Bali

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster memberikan sinyal mengenai perlunya hunian vertikal di wilayah provinsi berjuluk Pulau Dewata ini. Namun, syarat bagi pengembang adalah harus tetap memperhatikan kearifan lokal.
Feri Kristianto | 04 Desember 2018 02:00 WIB
Pemandangan pesisir Pulau Nusa Penida dari salah satu puncaknya. - Bisnis/Feri Kristianto

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster memberikan sinyal mengenai perlunya hunian vertikal di wilayah provinsi berjuluk Pulau Dewata ini. Namun, syarat bagi pengembang adalah harus tetap memperhatikan kearifan lokal.

Gubernur juga meminta rencana hunian vertikal tersebut harus melalui kajian terlebih dulu karena di Bali terdapat desa adat. Ini dimaksudkan agar jangan sampai nanti menjadi masalah karena ada aturan adat.”

“Ini memperhatikan kebutuhan hunian bagi masyarakat dalam 30 tahun ke depan serta adanya keterbatasan lahan maka perlu dipikirkan untuk pengembangan hunian secara vertikal tetapi juga harus tetap memperhatikan kearifan lokal,” jelasnya saat Rakerda REI Bali 2018 di Nusa Dua, Senin (3/12).

Dia mengatakan permasalahan mendasar khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah adalah masalah kemampuan atau daya beli yang masih sangat terbatas serta tingginya tingkat suku bunga kredit untuk mendapatkan kredit pemilikan rumah.

Pemprov Bali, sebutnya, mendukung program subsidi perumahan seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), pembiayaan swadaya mikro perumahan (PSMP) maupun bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).

Adapun pelaksanaan pembangunan Bali ke depan akan direalisasikan secara terintegrasi, satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu kebijakan dan satu tata kelola (one island one management), sebagai respons atas desakan perkembangan wilayah yang cenderung kapitalistik dan pro pasar.

Kebijakan ini juga merupakan upaya untuk merespons adanya degradasi budaya spiritual dan degradasi ekologi di Provinsi Bali.

“Dengan konsep one island one management diharapkan sektor properti akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang selaras dan sinergi dengan bidang usaha pariwisata,” jelasnya.

DPD REI Bali sendiri sudah membuat kajian hunian vertikal sebagai solusi mengatasi persoalan terbatasnya lahan dan pasokan properti residensial di Bali.^

Tag : bali, hunian vertikal
Editor : Roni Yunianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top