Malang Termasuk 20 Kabupten/Kota asal Pekerja Migran

Malang masuk dalam 20 besar kabupaten dan kota asal pekerja migran Indonesia (PMI) sehingga perlu menjadi perhatian.
Choirul Anam | 03 Desember 2018 19:15 WIB
Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri Riaz Januar Putra Saehu (kanan) dan Rektor UMM Fauzan saat bertukar cinderamata pada Konsultasi Publik Perlindungan dan Promosi Hak-Hak Pekerja di ASEAN di UMM, Senin (3/12/2018) - Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Malang masuk dalam 20 besar kabupaten dan kota asal pekerja migran Indonesia (PMI) sehingga perlu menjadi perhatian.

Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri Riaz Januar Putra Saehu mengatakan selama periode Januari-Oktober 2018, sebanyak 53.525 Pekerja Migran Indonesia (PMI) berasal dari Jawa Timur. Malang sehingga termasuk dalam 20 besar kabupaten dan kota asal PMI.

“Karena ari tingginya minat masyarakat Indonesia bekerja di luar negeri, pemerintah akan meluncurkan kampanye masyarakat mengenai migrasi yang aman terkait pemberian pelayanan kepada PMI,” katanya di Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (3/12/2018).

Pemerintah juga telah merencanakan kegiatan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran dan orientasi pra-keberangkatan sebagai bagian dari pelayanan kepada PMI

Kebijakan itu ditempuh dengan pertimbangan, saat PMI bekerja di luar negeri, bagi yang sudah berkeluarga, pasti akan meninggalkan anak-anaknya di rumah sehingga  perlu ada pendampingan dari Pemerintah untuk menangani kondisi ini.

Dengan begitu,  penjaminan hak-hak anak terkait pendidikan dan aspek lainnya dapat tetap berjalan dengan baik.

"Upaya perlindungan pada PMI bukan hanya perlu dipahami oleh keluarga pekerja. Namun juga mahasiswa dan masyarakat luas," tutur Rektor UMM Fauzan.

Menurut dia, hak-hak anak juga perlu dijamin selama orang tuanya bekerja di luar negeri seperti usaha yang tengah dicanangkan oleh Kementerian Luar Negeri

Tag : malang, pekerja migran
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top