BI Malang Gelar Road to ISEF 2018 Dukung Ekonomi Syariah

Bank Indonesia (BI) Malang kembali menggelar Road to Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta menyambut penyelenggaraan ISEF 2018 di Hall lantai dasar Malang Town Square tanggal 1-2 Desember 2018.
Choirul Anam | 30 November 2018 13:57 WIB
Kegiatan Road to ISEF 2018 BI Malang. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG – Bank Indonesia (BI) Malang kembali menggelar Road to Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta menyambut penyelenggaraan ISEF 2018 di Hall lantai dasar Malang Town Square tanggal 1-2 Desember 2018.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Malang, Jaka Setyawan, mengatakan ISEF merupakan event ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dan perekonomian sektor riil.

“Hal ini sebagai salah satu upaya Bank Indonesia untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” katanya di Malang, Jumat (30/11/2018).

Kegiatannya, diskusi dan talkshow, promosi dan edukasi (fair), pameran produk UMKM, pesantren, hingga forum komunikasi antara berbagai lembaga dan entitas bisnis yaitu Bank Indonesia, pemerintah pusat, Otoritas Jasa Keuangan, institusi keuangan syariah, lembaga pendidikan, lembaga internasional, dan berbagai entitas lainnya.

BI telah menyelenggarakan ISEF sebanyak 4 kali sejak 2014 dan tahun ini merupakan kali ke lima yang semuanya digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pada penyelenggaraan tahun ini, rangkaian kegiatan ISEF akan dilaksanakan pada tanggal 11-15 Desember 2018 bertempat di Grand City Convention and Exhibition Center, Surabaya dengan tema “Strenghtening National Economic Growth: The Creation of Halal Value Chains and Innovative Vehicles”.

Terkait Road to ISEF 2018 KPw BI Malang, berbagai kegiatan menarik a.l talkshow dengan tema Holistic Sharia Economic dan “Mengenal lebih dekat Ekonomi Syariah”, Bedah buku “Sebentang Kearifan dari Barat” karya Oki Setiana Dewi, Demo Make Up bersama Inivindy, hiburan musik, serta demo hijab dari Zoya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti lomba mewarnai untuk pelajar TK, serta lomba story telling Sirah Nabawiyah untuk pelajar SD.

Selain itu ada 11 stan perbankan syariah sehingga masyarakat dapat menerima informasi yang jelas tentang keuangan dan produk perbankan syariah. “Semua kegiatan ini gratis, dan terbuka untuk umum (informasi juga bisa diakses di Instagram @bankindonesiamalang),” ucapnya.

Selain bertujuan untuk menyambut ISEF 2018, kata Jaka, juga sebagai wadah untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah.

“Pengembangan ekonomi keuangan syariah dibutuhkan untuk memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucapnya.

Hal itu mengacu pada potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang cukup menjanjikan.

Dari sisi sumber dana, pertumbuhan pendanaan syariah di wilayah kerja BI Malang tercatat tumbuh 14,87% (yoy) atau sebesar Rp4,99 triliun. Peningkatan pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit mendorong perlambatan finance todeposit ratio (FDR) secara keseluruhan menjadi 72,63% (Oktober-18).

Sedangkan kinerja pembiayaan syariah sampai Oktober 2018 tercatat Rp3,6 triliun atau meningkat 6,32% (yoy).

Menurut Jaka, selama ini, BI Malang juga aktif dalam pengembangan UMKM dan sektor rill di bidang ekonomi syariah yang dilakukan melalui beberapa program a.l Program Kemandirian Pesantren (Pesantren Salafiyah Islamiyah – Paiton, Kab. Probolinggo), Program pemberdayaan Kemandirian Ekonomi Pesantren Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Huda, Kec Ponco Kusumo, Kab Malang; dan Program Desa Mandiri berbasis ekonomi syariah, Desa Bendosari Kec. Pujon, Kab. Malang.

Tag : bank indonesia
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top