SEKTOR PARIWISATA : Kunjungan Turis China Merosot

Pariwisata menjadi andalan pemerintah dalam meraup devisa. Sejumlah kebijakan dibuat dengan tujuan makin banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung. Sayangnya belakangan ini muncul gangguan yang membuat turis China berkurang.
Yanita Petriella | 30 November 2018 02:00 WIB

Pariwisata menjadi andalan pemerintah dalam meraup devisa. Sejumlah kebijakan dibuat dengan tujuan makin banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung, misalnya dengan membuat destinasi wisata baru. Sayangnya belakangan ini muncul gangguan yang membuat turis China berkurang.

Kunjungan wisatawan Mancanegara asal China ke Tanah Air mengalami penurunan sebesar 50% hingga 55% sejak akhir bulan lalu dan diperkirakan terus terjadi hingga akhir tahun ini.

Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar mengatakan rerata setiap bulannya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal China mencapai 160.000 hingga 210.000 kunjungan.

Namun, dalam sebulan terakhir ini, kunjungan wisman China mengalami penurunan 50% hingga 55% atau hanya sekitar 75.000 hingga 100.000 kunjungan. "Penurunan kunjungan wisman dari China ini diperkirakan masih terjadi hingga akhir tahun ini. Penurunan sekitar 50% hingga 55%," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (29/11).

Dia mengungkapkan penyebab utama terjadinya penurunan kunjungan wisman asal China ini dampak dari kecelakaan Lion AirJT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober lalu. Kecelakaan itu diberitakan secara masif di China.

Kecelakaan pesawat tersebut berdampak pada pembatalan pesawat charter yang mengangkut wisman dari China ke Indonesia.

Adapun, lanjutnya, pesawat charter itu mengangkut wisman China dari wilayah Pudong, Nanchang, Hanzhou, Guangzhou, Senzen, Changsa, Wuhan, dan Jinan. Pesawat tersebut yang sebelumnya dua hingga tiga kali penerbangan dalam seminggu menjadi hanya 1 kali saja.

"Pesawat dari Kunming, Nanjing, Wuxi yang tiga hingga empat kali dalam seminggu sejak Oktober sementara stop. Untuk penerbangan reguler seperti Garuda dan pesawat lainnya masih normal. Untuk perbandingan Menado satu minggu 17 flight: cancel 10 tinggal 7, dan dari kapasitas 190 hanya isi 30%-40%, kadang satu pesawat isi hanya 20-40 orang.”

"Sama halnya seperti pesawat Malaysia Airlines (MH) yang jatuh berdampak pada tamu China yang hingga sekarang tidak mau menaiki MH. Pesawat Indonesia charter yang dianggap tidak safety, tamu lebih merasa safety dengan pesawat Hong Kong, China dan Singapura," tuturnya.

Selain itu, berkurangnya kunjungan wisman ke Indonesia juga dampat terjadinya kondisi perekonomian di China yang menurun, sehingga mereka lebih memilih untuk berwisata destinasi di negara mereka.

Salah satunya, destinasi wisata Hainan China yang memiliki karakteristik seperti Bali, sehingga warga negara China lebih memilih berwisata di sana. Ditambah lagi, ramainya polemik praktik zero dollar tour yang terjadi di Bali pada bulan lalu juga berdampak pada penurunan kunjungan ke Indonesia.

Praktik zero dollar tour adalah turis China ke Bali membeli paket wisata melalui agen perjalanan wisata di negara mereka dengan harga sangat murah. Harga paketnya disinyalir hanya senilai biaya tiket perjalanan Denpasar-China. Selama di Bali, para turis ini diwajibkan mengikuti jadwal tur yang telah ditetapkan oleh agen wisata.

Agen wisata juga menerapkan praktik monopoli ini hanya membawa wisatawan berbelanja di tempat-tempat yang telah ditentukan. Tempat berbelanja tersebut sudah terafiliasi dengan agen wisata yang menawarkan paket zero dollar tour. Harga barang-barang yang ditawarkan jauh lebih tinggi dan dengan metode pembayaran nontunai atau aplikasi dari China.

"Mereka kurang tertarik datang ke Bali karena banyak berita negatif di media sosial terutama di aplikasi chat mereka. Contoh di Baidu begitu searching akan terlihat berita miring mengenai Bali, misalnya: Bali negara penipu, tamu kena tipu oleh toko-toko mafia Tiongkok walaupun barang ada jaminan dari pemerintah (karena adanya cap Burung Garuda), ada video sales toko mafia Tiongkok yang memarahi tamu yang tidak belanja dengan sangat kasar," kata Asnawi.

Saat ini, pihaknya akan memperbaiki tata niaga sektor pariwisata di Indonesia agar jangan terjadi lagi praktik zero dollar tour di Indonesia.

Adapun berdasarkan data BPS, kunjungan wisman dari negeri Tirai Bambu mencapai 1,68 juta kunjungan hingga September tahun ini, menurun dari 0,78% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,69 juta kunjungan.

Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari menilai memang industri pariwisata sangat rentan terdampak apabila terjadi sesuatu seperti kecelakaan pesawat, bencana alam, bom dan sebagainya di Indonesia.

"Indonesia negara kepulauan, sehingga moda transportasi yang digunakan ya pesawat atau kapal. Jadi kalau terjadi apa-apa misal seperti kecelakaan terdampak ke kunjungan wisman. Apalagi untuk pesawat LCC (lower cost carrier) yang membantu turis agar tiket tak begitu mahal," ucapnya.

Pihaknya juga berharap tidak ada lagi praktik zero dollar tour di Indonesia, sehingga memang harus ada ketegasan pemerintah dalam mengatur agen wisata, baik di Indonesia maupun asing agar tak ada lagi yang ilegal.

"Selain itu, perlu dibenahi pariwisata di sini terkait kebersihannya, keamanan, infrastruktur pendukungnya, dan keberlangsungan dengan lingkungan seperti apa," kata Azril.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta agar Asita dapat bertemu dengan China National Tourism Association (CNTA) untuk membuat White List Tour Agencies Tour Operators antara Indonesia dan China.

"Ini adalah cara yang paling smooth, paling halus, paling bijak, untuk menyelesaikan kasus zero dollar tour di Bali. Tidak perlu heboh-heboh, masing-masing asosiasi bisa saling mengontrol anggotanya untuk menjaga iklim bisnis yang baik. Pemerintah lebih menjaga regulasi, agar iklim usaha pariwisata semakin kondusif dan berkembang," ujarnya.

Pihaknya tak memungkiri, penurunan kunjungan turis dari China ini akan berdampak pada pencapaian target wisman sebanyak 17 juta kunjungan di tahun ini. Diproyeksikan hingga akhir tahun hanya tercapai 16 juta kunjungan wisman.

Terlebih, China masuk dalam lima negara yang menyumbang kunjungan wisman terbanyak ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

"Gempa Lombok berdampak pada batalnya sekitar 100.000 wisman ke Indonesia dalam satu bulan. Lalu sekitar 80.000 orang yang cancel ke Bali," ujarnya.

Ditambah lagi, Bali dilanda isu yang tidak menyenangkan di pasar China yang sedang bertumbuh itu juga berdampak pada anjloknya kunjungan wisman ke Indonesia yang mencapai 50%.

Tag : pariwisata bali
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top